Jumat, 8 Mei 2026

Terorisme

Kapolri Ungkap Ancaman Baru Terorisme: Anak Terpapar Neo-Nazi dan White Supremacy

Muncul ancaman baru terorisme di Indonesia, yakni penyebaran paham ekstrem seperti neo-Nazi dan white supremacy yang menyasar anak.

Tayang:
Tribun Wiki
ANCAMAN BARU TERORISME - Ilustrasi terorisme. Kapolri sebut muncul ancaman baru terorisme di Indonesia, yakni penyebaran paham ekstrem seperti neo-Nazi dan white supremacy yang menyasar anak melalui ruang digital. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolri sebut muncul ancaman baru terorisme di Indonesia, yakni penyebaran paham ekstrem seperti neo-Nazi dan white supremacy yang menyasar anak melalui ruang digital.
  • Kapolri juga  menyampaikan, meski Indonesia masih berada dalam kategori medium impact dalam indeks terorisme global, Polri berhasil menjaga situasi keamanan dengan mempertahankan zero attack selama tiga tahun terakhir.
  • Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI pada Senin (26/1/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap munculnya ancaman baru terorisme di Indonesia, yakni penyebaran paham ekstrem seperti neo-Nazi dan white supremacy yang menyasar anak-anak melalui ruang digital.

Neo-Nazi adalah gerakan ideologi politik dan sosial pasca Perang Dunia II yang berusaha menghidupkan kembali paham Nazisme, termasuk rasisme, antisemitisme, dan supremasi kulit putih. Mereka sering menggunakan simbol-simbol Nazi seperti swastika dan mengagungkan Adolf Hitler sebagai figur utama

Neo-Nazi bukan sekadar nostalgia terhadap masa lalu, tetapi gerakan ekstremis modern yang berbahaya karena menyebarkan kebencian, rasisme, dan kekerasan. Mereka beroperasi melalui komunitas daring, propaganda, dan simbol-simbol Nazi, sehingga tetap menjadi ancaman global hingga saat ini.

Sementara itu, White supremacy adalah ideologi yang meyakini bahwa ras kulit putih lebih unggul daripada ras lain, dan karena itu berhak mendominasi secara sosial, politik, dan ekonomi.

Listyo menyampaikan, meski Indonesia masih berada dalam kategori medium impact dalam indeks terorisme global, Polri berhasil menjaga situasi keamanan dengan mempertahankan zero attack selama tiga tahun terakhir.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI pada Senin (26/1/2026).

Baca juga: Penggunaan Kekuatan Militer dalam Pemberantasan Terorisme Dinilai Kontraproduktif

“Terkait dengan terorisme, alhamdulillah sampai saat ini, walaupun Indonesia berada dalam kategori medium impact, kita berhasil mempertahankan zero attack dari 2023 sampai dengan 2025,” ungkap Listyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Listyo menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi penanggulangan terorisme yang dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pendekatan lunak maupun pendekatan keras.

“Kegiatan kita lakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari soft approach melalui penguatan peran keluarga atau agama, kerja sama dengan stakeholder, dan juga hard approach mulai dari deteksi dan peringatan dini sampai kita lakukan preventif strike serta pemutusan pendanaan logistik,” ucapnya.

Kendati demikian, Listyo menegaskan pola ancaman terorisme kini mengalami pergeseran. 

Jika sebelumnya terorisme banyak bergerak secara fisik dan terorganisasi, kini ancaman tersebut menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak, melalui media daring atau online.

“Beberapa kasus menonjol yang saat ini menjadi perhatian kita bersama, beberapa waktu lalu kami melakukan penanganan terhadap anak di bawah umur yang terpapar paham neo-Nazi dan white supremacy,” ungkapnya.

Baca juga: Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Dinilai Berisiko Langgar HAM

Listyo mengatakan, Polri telah melakukan penyelidikan dan pendampingan terhadap 70 anak yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia yang terpapar kekerasan berbasis online dengan muatan ekstremisme.

“Penyelidikan dan pendampingan dilakukan terhadap 70 anak di 19 provinsi yang terpapar kekerasan online. Dan ini tentunya menjadi salah satu fokus kami,” ucapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved