Jumat, 8 Mei 2026

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho Mengaku Takut Intervensi Media

Agus mengaku justru merasa "takut" jika harus memberikan instruksi yang menjurus pada intervensi terhadap kerja jurnalistik.

Tayang:
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
KORLANTAS POLRI - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, saat menyampaikan keterangan dalam acara silaturahmi bersama media di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Kamis (7/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, blak-blakan soal hubungannya dengan awak media.
  • Dia mengaku justru merasa "takut" jika harus memberikan instruksi yang menjurus pada intervensi terhadap kerja jurnalistik.
  • Irjen Agus mengatakan media bukan sekadar penyampai berita, melainkan saksi mata kerja keras kepolisian.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, blak-blakan soal hubungannya dengan awak media.

Hal ini disampaikannya saat silaturahmi dengan media peliput Operasi Ketupat 2025, Operasi Lilin 2025, serta Operasi Ketupat 2026, di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Kamis (7/5/2026) sore.

Baca juga: Korlantas: Skema One Way Arus Balik Mudik Lebaran Mulai Diberlakukan Bertahap, Catat Jadwalnya!

Jenderal bintang dua ini mengaku, selama memimpin Korlantas, ia justru merasa "takut" jika harus memberikan instruksi yang menjurus pada intervensi terhadap kerja jurnalistik.

"Kami paling tidak berani memberi instruksi kepada seluruh media. Kami tidak berani mengintervensi. Jadi rekan-rekan media bersama kami berada di lapangan," ujar Irjen Agus.

Irjen Agus mengatakan media bukan sekadar penyampai berita, melainkan saksi mata kerja keras kepolisian.

 

 

Ia menyebut, para jurnalislah yang paham betul kondisi asli kerja Korps Lalu Lintas di balik layar.

"Media akhirnya tahu kalau Kakorlantas selama operasi itu tidak pernah tidur. Jadi tidak ada libur, tidak ada istirahat karena tugas adalah kehormatan. Ini tugas negara yang harus kita amankan," kata Agus.

Ada momen menarik saat Agus menceritakan dialognya dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pasca Operasi Ketupat 2025 yang disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai 'operasi terbaik sepanjang sejarah', Kakorlantas ditantang untuk mempertahankan prestasi tersebut di tahun 2026.

"Mohon izin Pak Kapolri, saya tidak bisa mempertahankan, yang saya bisa adalah meningkatkan," tegasnya.

Hasilnya, sinergi Polri dengan media dan penggunaan teknologi predictive traffic policing terbukti ampuh.

Pada Operasi Ketupat 2026, angka fatalitas (korban meninggal dunia) turun drastis 31,39 persen, sementara angka kecelakaan turun 5,31 persen.

Kakorlantas pun mengungkapkan Operasi Ketupat 2026 menjadi sejarah karena volume kendaraan pemudik mencapai 270.315 kendaraan meninggalkan Jakarta dalam satu hari menuju Trans Jawa dan Sumatera.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved