Banjir Bandang di Sumatera
Tito Karnavian Ungkap Pemulihan Layanan Kesehatan dan Pendidikan Pascabencana Sumatera
Layanan kesehatan di tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah kembali beroperasi.
Ringkasan Berita:
- Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa layanan dasar di tiga provinsi terdampak bencana — Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat — telah pulih hampir sepenuhnya.
- Kesehatan: Seluruh 87 RSUD yang terdampak kini kembali beroperasi 100 persen, termasuk 9 RSUD yang sempat berhenti.
- Pendidikan: Proses belajar mengajar sudah berjalan penuh, meski sekitar 3% masih menggunakan ruang kelas darurat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa layanan kesehatan di tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah kembali beroperasi 100 persen.
Hal ini seiring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terus dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda).
Informasi tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera yang digelar di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (26/1/2026).
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan juga atas nama Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak-Ibu sekalian, kementerian [dan] lembaga, kemudian juga pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota, serta semua non-pemerintah yang hadir juga di sana,” ujar Tito.
Berdasarkan data Satgas, dari 87 rumah sakit umum daerah (RSUD) terdampak, sebelumnya terdapat 9 RSUD yang sempat berhenti beroperasi, terdiri atas 8 RSUD di Aceh dan 1 RSUD di Sumatera Utara. Saat ini, seluruh RSUD tersebut telah kembali beroperasi normal.
Sektor pendidikan
Selain kesehatan, sektor pendidikan juga telah kembali berjalan sepenuhnya. Meski masih terdapat sekitar 3 persen kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di ruang kelas darurat, namun secara keseluruhan proses pembelajaran di ketiga provinsi tersebut sudah berlangsung 100 persen.
Hal ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam memastikan hak dasar anak-anak di wilayah bencana tetap terpenuhi di tengah proses rehabilitasi infrastruktur sekolah yang terus dikebut.
Pemulihan infrastruktur dasar seperti kelistrikan juga menunjukkan tren positif yang sangat cepat. Di Sumatera Barat, layanan listrik sudah menyala 100 persen, disusul Sumatera Utara mencapai 99 persen, dan Aceh dengan menyisakan kurang dari 1 persen wilayah dalam tahap pemulihan.
Sejalan dengan itu, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ketiga provinsi telah beroperasi kembali, memastikan mobilitas warga tidak lagi terhambat oleh kendala energi.
Tito juga menekankan stabilitas layanan pendukung lainnya seperti internet, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan gas LPG yang kini dinyatakan telah berjalan normal.
Konsistensi pasokan logistik ini sangat krusial tidak hanya untuk aktivitas harian warga, tetapi juga sebagai motor penggerak percepatan ekonomi daerah. Keberhasilan menjaga rantai pasok energi dan komunikasi ini menjadi fondasi kuat bagi tahap rekonstruksi lanjutan.
Aktivitas ekonomi
Ditinjau dari sisi ekonomi, aktivitas perdagangan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah pulih total dengan operasional pasar mencapai 100 persen.
Di Provinsi Aceh, meskipun baru mencapai angka 65 persen, proses pemulihan pasar terus dilakukan secara bertahap.
Pemerintah optimis bahwa dengan kembali dibukanya pusat-pusat ekonomi, daya beli masyarakat akan segera bangkit dan mempercepat pemulihan kesejahteraan di tingkat lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tito-bencana-ksd.jpg)