Dipanggil Prabowo ke Hambalang, Menhan Sjafrie: Saya Laporkan Situasi Nasional Aman Terkendali
Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto Subianto di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu (25/1/2026).
Ringkasan Berita:
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang bahwa situasi nasional selama kunjungan kerja Presiden ke luar negeri dalam keadaan aman, terjaga, dan terkendali.
- Laporan tersebut disampaikan bersama Kepala BIN, Muhammad Herindra.
- Selain kondisi keamanan, Sjafrie juga memaparkan progres tugas TNI, termasuk Satgas Kuala yang menangani sedimentasi Sungai Tamiang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto Subianto di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu (25/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie mengaku didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Muhammad Herindra.
Keduanya melaporkan situasi keamanan di Tanah Air selama Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.
"Beliau (Prabowo) meminta laporan situasi pada saat beliau meninggalkan Tanah Air. Saya laporkan bahwa situasi nasional yang terjadi pada saat beliau berangkat ke luar negeri itu aman, terjaga, dan terkendali," kata Sjafrie, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Sjafrie menegaskan, tidak ada peristiwa ganjil atau hal-hal yang mengganggu stabilitas nasional selama Presiden berada di luar negeri.
"Tidak ada hal-hal yang ganjil yang terjadi, yang menganggu stabilitas nasional selama beliau meninggalkan Tanah Air," ujarnya.
Selain situasi keamanan, Sjafrie juga melaporkan progres tugas yang dibebankan kepada TNI terkait pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Kuala.
Satgas ini bertugas memperdalam sedimentasi Sungai Tamiang, mulai dari hulu hingga muara.
Sjafrie juga menyampaikan laporan mengenai tugas-tugas dinamis yang dilaksanakan TNI AD melalui Satgas Jembatan, serta perkembangan situasi keamanan di Papua.
"Dan juga saya melaporkan bahwa operasi insurgensi yang dilaksanakan di Papua ini meningkat keberhasilannya," ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, kata dia, Presiden Prabowo juga memberikan arahan tegas kepada TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) terkait pengelolaan anggaran negara.
Presiden meminta agar pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip efisiensi dan akuntabilitas yang tinggi.
"Beliau (Prabowo) sangat cermat kepada masing-masing kepala staf untuk memperhatikan personelnya agar tetap dan akuntabel di dalam mengelola anggaran negara," imbuh Sjafrie.
Adapun pertemuan tersebut dilakukan seusai menyelesaikan lawatan ke Inggris, Swiss, dan Prancis.
Hadir dalam pertemuan itu Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Kemudian, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BIN Herindra, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menhan-Sjafrie-Sjamsoeddin-Panglima-TNI_1.jpg)