Kamis, 23 April 2026

Pengamat Nilai PSI Gaet Kader Partai Lain Copy Paste Pola Surya Paloh

Pengamat menilai perpindahan kader ke PSI mengingatkan pada strategi Partai NasDem di awal kemunculannya.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/istimewa
PERPINDAHAN KADER PARPOL- Banyaknya kader partai politik (parpol) yang berpindah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menimbulkan tanda tanya di ruang publik.  Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga menilai perpindahan kader tersebut mengingatkan pada strategi Partai NasDem di awal kemunculannya. 

Menurutnya, kelompok tersebut mayoritas berasal dari wilayah Indonesia Timur dan berpotensi terus bergerak ke PSI secara bertahap.

"Kelompok ini banyak yang berasal dari Timur. Karena itu, bisa jadi gerbong Ali satu per satu akan berlabuh ke PSI," katanya.

Adapun motif perpindahan kader ke PSI, lanjut Jamiluddin, dinilai beragam. Mulai dari faktor stagnasi karier politik hingga kegagalan pada Pileg 2024.

"Ada kader yang merasa kariernya di partai lain sudah suram sehingga mencari peruntungan ke PSI. Mereka bisa saja gagal menjadi anggota legislatif pada Pileg 2024," ujarnya.

Selain itu, ia juga tidak menutup kemungkinan adanya motif perlindungan hukum.

"Tak menutup kemungkinan mereka pindah ke PSI untuk mendapat perlindungan hukum. Bisa jadi di antara yang pindah itu menganggap PSI dapat melindunginya secara hukum," ucapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama perpindahan kader tersebut adalah mencari peluang politik yang dinilai lebih menjanjikan.

"Motif mereka pindah ke PSI tampaknya beragam. Namun bisa jadi mereka ingin mendapat peruntungan yang lebih baik di PSI dibandingkan partai sebelumnya," pungkasnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved