Reshuffle Kabinet
Prabowo Dikabarkan Bakal Reshuffle Jilid 5, Bocoran Daftar Nama Menteri Diganti & Masuk Bursa
Isu reshuffle kabinet merah putih Presiden Prabowo Subianto kembali menguat. Berikut nama-nama yang dikabarkan akan direshuffle.
Hal itu ditegaskan Budi menanggapi kabar dirinya disebut bakal menjadi bagian eksekutif atau pemerintahan di Kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Legislator Gerindra itu mengaku tak mengerti mengapa dirinya bisa dikabarkan akan meninggalkan DPR dan menjadi bagian eksekutif.
"Nggak tahu, makanya tanyakan pada Pak Utut (Utut Adianto--Ketua Komisi I DPR). Tugas kita tetap sekarang di Komisi I," kata Budi ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dia menegaskan, dirinya masih fokus terhadap tugas sebagai Pimpinan Komisi I DPR.
Isu Pergantian Menkomdigi
Pos lain yang diisukan mengalami pergantian adalah Kementerian Komunikasi dan Digital.
Nama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo digadang bakal menjadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Meutya Hafid sendiri bungkam ketika ditanya kabar mengenai Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet.
Kandidat Kuat Wamenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah buka suara soal sosok yang akan menggantikan Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Thomas sudah terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI, Senin (27/1/2026).
Menurut Purbaya, Juda Agung merupakan calon terkuat untuk menjadi Wamenkeu.
Purbaya tak menampik adanya isu tukar guling jabatan, Thomas menjadi Deputi Gubernur BI dan Juda Agung menjadi Wakil Menteri Keuangan.
"Kelihatannya. Saya sudah ketemu dengan beliau (Juda) dan kelihatannya dia calon, salah satu calon yang kuat," kata Purbaya saat ditemui di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Juda Agung sendiri dikenal sebagai seorang ekonom senior dan bankir sentral yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2022–2027.
Sebelum menduduki posisi strategis tersebut, ia meniti karier panjang di Bank Indonesia sejak tahun 1991 dan sempat memegang berbagai jabatan krusial, seperti Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial serta Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) mewakili South-East Asia Voting Group.
Lulusan doktor dari University of Birmingham ini dikenal memiliki keahlian mendalam di bidang kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan pengembangan ekonomi hijau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-dan-Budisatrio-Djiwandono-1.jpg)