Gus Yahya: Investasi Syariah Bukan Semata Keuntungan Finansial Tapi Menjaga Amanah dan Keberlanjutan
Gus Yahya juga menggarisbawahi pentingnya legitimasi dan tata kelola syariah yang kokoh dalam setiap instrumen investasi.
Gus Yahya: Investasi Syariah Bukan Semata Keuntungan Finansial Tapi Menjaga Amanah dan Keberlanjutan
Chaerul Umam/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha (NHM), platform investasi syariah yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.
Selain untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi syariah global, kehadiran NHM diproyeksikan menjadi instrumen strategis untuk menghimpun dan mengelola sumber daya keuangan global dalam kerangka syariah yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kemaslahatan publik.
Baca juga: Dipimpin Rais Aam, Rapat Pleno PBNU Sepakati Pemulihan Gus Yahya
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan NHM merupakan bagian dari ikhtiar NU dalam merespons dinamika ekonomi global dan tantangan pembangunan nasional dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Langkah ini, kata dia, juga mempertegas posisi NU sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan peran moral dan keagamaan, tetapi turut berkontribusi aktif dalam tata kelola investasi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Dia menekankan bahwa penguatan ekonomi syariah harus dibangun di atas prinsip keadilan, transparansi, serta manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Gus Yahya juga menggarisbawahi pentingnya legitimasi dan tata kelola syariah yang kokoh dalam setiap instrumen investasi.
"Investasi syariah bukan semata soal keuntungan finansial, tetapi tentang menjaga amanah, keberkahan, dan keberlanjutan," kata Gus Yahya saat memberikan sambutan dalam Soft Launching Nahdlatul Ulama-Harvest Maslaha (NHM) di JW Marriott Hotel Jakarta, Jumat (30/1/2026).
NHM dibangun melalui kemitraan strategis antara PBNU dan Harvest Advisors, lembaga manajemen investasi global yang berpengalaman dalam pengelolaan dana berbasis syariah.
Dalam operasionalnya, NHM menerapkan dual governance system yang memadukan praktik terbaik manajemen investasi internasional dengan prinsip syariah PBNU, termasuk pengawasan Dewan Pengawas Syariah bersama.
Pada kesempatan yang sama, PBNU turut memperkenalkan Sharia Global Services (SGS) sebagai pilar pendukung yang berfungsi memastikan tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap prinsip syariah, sertifikasi halal, serta menjaga integritas ekosistem industri dan investasi syariah lintas sektor dan negara.
Sementara itu, Managing Director Harvest Advisors sekaligus CEO NHM Andrew Tan menyebut kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap investasi syariah global.
"NHM hadir sebagai jembatan antara modal global, sektor riil, dan nilai-nilai syariah yang berorientasi pada dampak sosial," ujarnya.
Melalui penguatan NHM dan SGS, PBNU menargetkan peningkatan arus investasi syariah ke sektor prioritas, antara lain industri halal, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta infrastruktur publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/INVESTASI-SYARIAH-Ketua-Umum-PBNU-KH-Yahya-Cholil-Staquf.jpg)