Kamis, 30 April 2026

Misi Dagang Jatim–Jateng 2026 Perkuat Integrasi Pasar, Transaksi Capai Rp3,15 Triliun

Misi dagang jadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring konektivitas perdagangan serta memperluas pasar domestik.

Tayang:
Editor: Content Writer
Dok. Pemprov Jatim
PERKUAT INTEGRASI PASAR - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Perdana Tahun 2026 Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah di Ballroom PO Hotel Semarang, Kamis (29/1/2026). Misi Dagang Jatim-Jatim ini berhasil mencatatkan total komitmen transaksi sebesar Rp3.152.408.358.000. 

TRIBUNNEWS.COM - Misi Dagang dan Investasi Perdana Tahun 2026 Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah digelar di Ballroom PO Hotel Semarang pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan berhasil membukukan total komitmen transaksi sebesar Rp3.152.408.358.000.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, jajaran kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta perwakilan berbagai organisasi dan pelaku usaha, di antaranya HIPMI, Kadin, IWAPI, REI, dan Gekrafs dari kedua provinsi.

Misi dagang ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring konektivitas perdagangan, memperluas pasar domestik, serta mendorong integrasi rantai pasok antarwilayah sebagai bagian dari penguatan ekonomi regional.

“Matur nuwun semuanya, ini menjadi sinergi yang luar biasa. Dari business matching yang dilakukan, terlihat adanya kebutuhan yang bersifat komplementer,” tegas Khofifah.

“Jawa Timur membutuhkan produk dari Jawa Tengah, demikian pula sebaliknya. Alhamdulillah, hingga pukul 17.00 WIB nilai transaksi telah menembus Rp3,152 triliun lebih,” ungkapnya. 

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa nilai total transaksi tersebut terdiri atas Jatim Jual sebesar Rp2.759.547.585.000,-, Jatim Beli Rp296.860.773.000,-, dan Jatim Investasi sebesar Rp 96.000.000.000,-.

Jawa Timur mencatatkan penjualan untuk produk rokok, beras, kopi, tetes/molasses, pakan Ikan dan Udang, benih tebu, surimi, daging ayam dan sapi, produk olahan daging ayam dan sapi, susu, gula kristal putih, DOC, Fillet Dori dan Aneka Seafood, Sapi Ternak, Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jagung, Produk Tekstil, Veneer, Ikan Bandeng Asap, Benih Jagung Hibrida, Udang dan Kulit Ikan, dan Pupuk Organik Cair.

Sementara itu, melalui skema Jatim Beli, Provinsi Jawa Timur melakukan pembelian sejumlah komoditas dari Jawa Tengah, antara lain kayu bulat, telur ikan, karung, cengkeh, tembakau, katul, minuman botanical seduh, sambal pecel, botol plastik, biji carica, tepung tapioka, tas anyam, serta gula merah tebu. Pola transaksi dua arah ini dinilai mampu memperkuat integrasi pasar domestik sekaligus mengoptimalkan muatan berangkat dan muatan balik antarwilayah.

“Produk yang diperdagangkan dalam misi dagang ini mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Khofifah.

Upaya Perkuat Perdagangan Domestik

Khofifah juga menegaskan misi dagang ini merupakan agenda perdana di tahun 2026, sekaligus kelanjutan dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas, memperkuat perdagangan dalam negeri, serta mendukung substitusi impor, khususnya dalam pemenuhan bahan baku industri.

“Misi dagang berkelanjutan ini menjadi instrumen penting untuk memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha penjual dan pembeli, baik melalui skema government to business maupun business to business, agar potensi kerja sama dan transaksi dapat terbangun secara lebih efektif,” ujar Khofifah.

Dalam konteks penguatan kerja sama konkret tersebut, produk unggulan Jawa Timur yang mengalir ke Jawa Tengah didominasi sektor peternakan, pangan, industri pengolahan, perikanan, perkebunan, hingga hasil kehutanan.

Baca juga: Murid SMP Al Hikmah Jadi Petugas Apel Hari Pramuka, Berlayar Naik KRI Surabaya Bersama Khofifah

Komitmen 10 transaksi terbesar pada Misi Dagang kali ini tercatat pada kerja sama antara Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan Jawa Timur dengan Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan Jawa Tengah dengan nilai mencapai Rp 1,13 triliun per tahun, meliputi penjualan daging unggas, daging sapi, susu, telur, olahan daging, DOC ayam, hingga ternak sapi.

Selain itu, kerja sama strategis juga terjalin antara PT Sinergi Gula Nusantara (Jatim) dengan PT Citra Gemini Mulya (Jateng) untuk komoditas gula kristal putih senilai Rp 300 miliar per tahun, serta kerja sama sektor industri hasil tembakau antara GAPERO Jawa Timur dengan PT TSPM Jawa Tengah senilai Rp 192 miliar per tahun.

Di sektor perikanan dan pangan, transaksi signifikan tercatat melalui penjualan surimi dan produk olahan oleh PT Indo Lautan Makmur senilai Rp 142,8 miliar per tahun, penjualan beras oleh CV Sumber Pangan Kediri senilai Rp 126,5 miliar per tahun, serta pakan ikan dan udang oleh PT Matahari Sakti senilai Rp 105,6 miliar per tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved