Selasa, 19 Mei 2026

Pimpinan MPR Nilai Respons Cepat Prabowo Berperan dalam Perdagangan Saham di BEI 

Menurutnya, komitmen Prabowo memiliki peran yang besar dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Tayang:
Penulis: Reza Deni
HO/IST
DINAMIKA PASAR SAHAM - Presiden Prabowo Subianto saat berjabat tangan dengan Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN Eddy Soeparno. Adapun Eddy mendukung respons cepat dan tegas dari Presiden Prabowo Subianto untuk pemulihan kondisi pasar modal Indonesia yang terkena goncangan akibat dihentikannya index rebalancing oleh MSCI atas saham-saham Indonesia, akibat kekhawariran terkait transparansi dan tata kelola di bursa saham nasional. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mendukung respons cepat dan tegas dari Presiden Prabowo Subianto untuk pemulihan kondisi pasar modal Indonesia
  • Menurutnya, komitmen Prabowo memiliki peran yang besar dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
  • Dia pun mendorong direksi BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk berbenah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mendukung respons cepat dan tegas dari Presiden Prabowo Subianto untuk pemulihan kondisi pasar modal Indonesia yang terkena goncangan akibat dihentikannya index rebalancing oleh MSCI atas saham-saham Indonesia, akibat kekhawariran terkait transparansi dan tata kelola di bursa saham nasional.

Menurutnya, komitmen Prabowo memiliki peran yang besar dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga: Ibas Soroti Pengunduran Diri Serentak Bos BEI dan OJK

“Hanya melalui perbaikan tata kelola, transparansi dan peningkatan likuiditas di bursa saham Indonesia akan terhindar dari penurunan peringkat MSCI dari emerging ke frontier market," ujar Eddy kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Dia pun mendorong direksi BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk berbenah.

Baca juga: Rosan Roeslani Optimistis Jajaran Baru OJK dan BEI Bisa Tumbuhkan Kepercayaan Terhadap Pasar Modal

"Ini karena MSCI memberikan tenggat waktu evaluasi sampai dengan bulan Mei," kata dia

Eddy menjelaskan, MSCI tidak sebatas sebagai panduan bagi investor institusional asing untuk berinvestasi di saham-saham Indonesia, tetapi lebih dari itu merupakan “license to invest” bagi sebagian besar investor asing yang memegang sekitar 45 persen dari total nilai kepemilikan saham di BEI

“Tidak mengherankan ketika MSCI menjatuhkan “mosi tidak percaya” kepada pasar saham Indonesia terjadi penjualan saham besar-besaran sehingga index saham di bursa anjlok hampir 8%," lanjut Eddy yang juga jebolan bank investasi Merryll Lynch itu.

Bagi Waketum PAN itu, berbicara tentang saham adalab bicara ada kekayaan pribadi dan nasional di dalamnya. Menurutnya, jika harga saham-saham BUMN anjlok, tentu kekayaan nasional juga susut. 

"Namun yang paling terdampak adalah para investor minoritas yang merupakan pribadi-pribadi yang menggunakan tabungan atau uang pensiunnya untuk berinvestasi di pasar modal," kata dia.

"Oleh karennya kami mengapresiasi Presiden Prabowo. Sekarang saatnya berbenah dan kita tidak mengenal istirahat untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan agar Indonesia lolos dari evaluasi di bulan Mei dan terus berkembang memiliki pasar modal dengan kinerja dan tata kelola berstandar internasional”, pungkasnya.

Diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto untuk para investor pasar modal Indonesia terkait fundamental ekonomi domestik yang kuat serta komitmen pemerintah terhadap investasi yang transparan.

Dalam pesannya, Presiden Prabowo meyakinkan investor domestik maupun internasional bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah berbagai tantangan global saat ini.

“Pesan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk pasar modal, pesan Beliau saya kutip: ‘Kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh’”, ucap Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Legislator Golkar Nilai Demutualisasi BEI Momentum Jaga Kedaulatan Pasar Modal

Dia menuturkan Presiden Prabowo juga memastikan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung perbaikan dan pengembangan pasar modal Indonesia demi terciptanya iklim investasi yang transparan dan berdaya saing global.

“Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil dan berkelas dunia,” ujar Menko Airlangga, mengutip pesan Presiden Prabowo.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved