Sengketa Hotel Sultan
Cerita di Balik Sengketa Lahan Hotel Sultan: Sunyi di Tower 1 dan Lantai 15 yang Berdebu
Tower 1 Hotel Sultan berdiri seperti monumen bisu di tengah riuh sengketa lahan Hotel Sultan.
Hampir semua unit kamar di lantai tersebut dalam kondisi terkunci. Namun, dari kejauhan, tampak beberapa unit kamar di lantai lainnya ada yang terbuka.
Suasana hening terasa saat wartawan Tribunnews, Ibriza Fasti Ifhami, mencoba menekan bel di salah satu unit.
Tak satu orang pun yang terlihat beraktivitas. Tak ada suara mesin, tak ada langkah kaki di balik pintu, bahkan bel itu sendiri pun sudah mati—sebuah sakelar bisu yang tak lagi punya fungsi.
Hampir semua bagian lantai di lantai 15 itu berdebu. Bahkan, tapak sepatu wartawan Tribunnews membekas usai menginjakkan kaki saat melangkah.
Baca juga: Lahan Hotel Sultan akan Dieksekusi, PPK-GBK Siapkan Posko Layanan di Blok 15 Senayan Jakarta
Menara yang "Tertidur"
Tower 1 Hotel Sultan kini hanyalah sebuah monumen usang.
Dari kejauhan, fasad gedungnya mulai memperlihatkan tanda-telah lelah.
Keramik-keramik luarnya kusam, dan melalui jendela kaca yang tak lagi bening, terlihat beberapa ruangan dengan barang-barang berserakan—seperti sebuah evakuasi yang dilakukan terburu-buru.
Di bawah, sebuah kolam renang membentang dengan air yang masih tampak jernih, namun tak ada tawa anak-anak atau kecipak air.
Ia hanya memantulkan bayangan dua menara yang menjulang sepi.
Anto, pegawai minimarket di belakang tower 2, mengungkapkan bahwa tower 1 sudah dikosongkan sejak 2023.
Ia menatap ke arah Tower 1 dengan tatapan datar. “Sejak kasusnya memanas di 2023, penghuni mulai angkat kaki. Sebagian yang bertahan dipindahkan ke Tower 2.”
Sengketa lahan antara PT Indobuildco dan Pemerintah di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) memang bukan sekadar perang dokumen di meja hijau.
Ia adalah badai yang perlahan memadamkan lampu-lampu di hunian legendaris ini.
Baca juga: Hamdan Zoelva Ungkap Eksekusi Hotel Sultan Tak Bisa Dilakukan, Tegaskan Proses Hukum Masih Berjalan
Bertahan di Bawah Sepuluh Persen
Di lobi Tower 2, wartawan Tribunnews bertemu Misbakun (bukan nama sebenarnya).
Pria yang telah mengabdikan 33 tahun hidupnya di sini adalah saksi hidup masa jaya hingga masa sulit The Sultan.