Rabu, 20 Mei 2026

Siswa SD di NTT Meninggal

DPR Bakal Panggil Kemensos-KemenPPPA Buntut Siswa di NTT Akhiri Hidup

Komisi VIII DPR RI berencana memanggil Kemensos serta KemenPPPA buntut kasus akhiri hidup siswa berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT.

Tayang:
Tribunnews.com/fersianus waku
SISWA AKHIRI HIDUP - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Komisi VIII DPR RI berencana memanggil Kemensos serta KemenPPPA buntut kasus bunuh diri siswa berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Fersianus Waku) 

Ringkasan Berita:
  • Komisi VIII DPR RI berencana memanggil Kemensos serta KemenPPPA buntut kasus bunuh diri siswa berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengatakan, pihaknya akan segera menjadwalkan rapat kerja dengan dua kementerian tersebut pada pekan depan.
  • Singgih menjelaskan, pemanggilan ini bertujuan untuk mengevaluasi data penerima bantuan sosial (bansos). 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VIII DPR RI berencana memanggil Kementerian Sosial (Kemensos) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Pemanggilan ini buntut kasus bunuh diri siswa berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengatakan, pihaknya akan segera menjadwalkan rapat kerja dengan dua kementerian tersebut pada pekan depan.

"Nanti segera panggil sama kementerian sama Komisi VIII kita jadwalkan minggu depan," kata Singgih di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Singgih menjelaskan, pemanggilan ini bertujuan untuk mengevaluasi data penerima bantuan sosial (bansos). 

Ia menilai, pendataan ulang sangat diperlukan karena penyaluran bansos kerap dinilai tidak tepat sasaran, utamanya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kan ini sebenarnya memang keluarganya kurang mampu dan ibunya kurang perhatian terhadap anak sehingga dia enggak ada tempat untuk curhat atau untuk berani ngomong terus itu anaknya akhirnya putus asa dan bunuh diri," ucap Singgih.

Baca juga: Keseharian Bocah SD di Ngada NTT Sebelum Bunuh Diri: Hidup di Pondok Sederhana, Makan Pisang dan Ubi

Singgih berharap, kejadian tragis yang dialami YBR harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperhatikan masyarakat di daerah 3T. 

"Jadi mungkin hal yang memang kita evaluasi nanti misalkan kebijakan untuk bansos itu bagaimana, apakah itu nanti apakah perlu ada perubahan di pemberian," ucapnya.

"Karena kadang-kadang bansos itu kadang-kadang salah sasaran juga. Harusnya ke anak, untuk anak atau bagaimana," tuturnya menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026) siang. 

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Korban diketahui berinisial YBR (10), pelajar kelas IV SD, warga Kampung Boloji, Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa. 

Baca juga: Pesan Perpisahan Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Alat Tulis: Mama, Jangan Nangis

Saat ditemukan, korban tampak mengenakan baju olahraga berwarna merah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved