Pakar Ekonomi Undip Sebut Potensi Emas di Seluma ‘Anugerah’, Kunci Keluar dari Daerah Tertinggal
Potensi tambang emas yang tersimpan di perut bumi Seluma disebut sebagai kunci lompatan ekonomi daerah.
Ringkasan Berita:
- Pakar Ekonomi Keuangan Daerah & Investasi Publik Universitas Diponegoro (UNDIP), Harjum Muharam menegaskan bahwa potensi mineral di Seluma adalah ‘anugerah’ yang patut disyukuri dan dimanfaatkan.
- Harjum menyoroti bahwa kekayaan alam, termasuk emas, batu bara, dan batu kapur, merupakan modal dasar yang sudah tersedia secara alami di Seluma.
- Skala potensinya yang besar dinilai wajar jika menarik minat banyak investor untuk masuk.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabupaten Seluma, Bengkulu, dinilai memiliki masa depan cerah jika mampu mengoptimalkan kekayaan alam yang dimilikinya.
Tak hanya sektor perkebunan, potensi tambang emas yang tersimpan di perut bumi Seluma disebut sebagai kunci lompatan ekonomi daerah.
Baca juga: Pengamat UGM Wanti-wanti Pemkab Seluma Soal Tambang Emas, Perlunya Pendekatan dan Kajian
Pakar Ekonomi Keuangan Daerah & Investasi Publik Universitas Diponegoro (UNDIP), Harjum Muharam menegaskan bahwa potensi mineral di Seluma adalah ‘anugerah’ yang patut disyukuri dan dimanfaatkan.
Hal tersebut disampaikan Harjum dalam Talkshow nasional bertajuk ‘Seluma dalam Perspektif Nasional: Mengelola Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Berkelanjutan’ yang digelar Tribun Network di Kompleks Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Harjum menyoroti bahwa kekayaan alam, termasuk emas, batu bara, dan batu kapur, merupakan modal dasar yang sudah tersedia secara alami di Seluma.
"Adapun potensi pertambangan, ini kan anugerah. Artinya kita lahir di situ (potensi tersebut) sudah ada," ujar Harjum.
Menurutnya, potensi mineral berharga tersebut tersimpan di wilayah hulu yang mengarah ke gugusan Bukit Barisan.
Skala potensinya yang besar dinilai wajar jika menarik minat banyak investor untuk masuk.
"Potensi itu besar dan semua orang tertarik," tambahnya.
Harjum menilai, jika kekayaan alam ini dikelola dengan bijak, sektor pertambangan bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Seluma, melengkapi sektor perkebunan sawit yang selama ini menjadi tumpuan.
Dalam paparannya, Harjum mengingatkan bahwa Kabupaten Seluma saat ini masih berstatus daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih perlu digenjot.
Selama ini, ekonomi Seluma terlalu bergantung pada satu komoditas, yakni kelapa sawit.
Oleh karena itu, diversifikasi pendapatan melalui sektor pertambangan menjadi langkah strategis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dialog-Tribun-Network-Bahas-Potensi-SDA-di-Seluma_20260205_204037.jpg)