Jumat, 5 Juni 2026

Tokoh Lintas Agama Hadiri World Interfaith Harmony Week 2026 di DPD RI, Bawa Pesan Perdamaian Dunia

DPD kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan lintas agama berskala internasional tersebut untuk tahun kedua berturut-turut.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Chaerul Umam
PEKAN KERUKUNAN ANTARUMAT - Peringatan World Interfaith Harmony Week (WIHW) 2026 atau Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia, yang digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (8/2/2026). 

Ia menyebut Indonesia secara konsisten memperingati pekan kerukunan antarumat beragama sejak 2010, dengan lokasi yang berpindah-pindah, dan dalam beberapa tahun terakhir difasilitasi oleh lembaga perwakilan negara.

“Empat tahun terakhir diselenggarakan di Gedung Wakil Rakyat Senayan atas fasilitasi MPR RI dan DPD RI hingga 2026,” ujarnya.

Din menekankan bahwa esensi utama kegiatan ini adalah merayakan kemajemukan dan persaudaraan kemanusiaan.

“Walaupun kita berbeda, kita satu adanya sebagai saudara sesama manusia. Indonesia diakui dunia dengan Pancasila sebagai negara majemuk yang tingkat kerukunannya tinggi,” ujarnya.

Jangan Lengah

Meski demikian, ia mengingatkan agar kerukunan tidak dipandang sebagai sesuatu yang otomatis.

“Kita tidak boleh lengah dan menganggap kerukunan itu taken for granted. Ia harus terus dirawat, dan inilah salah satu caranya,” ujarnya.

Din juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh Inter-Religious Council (IRC) Indonesia, lembaga lintas agama yang berdiri sejak 2010.

“Saya kebetulan Ketua Kehormatannya. Terima kasih kepada DPD RI dan Wakil Menteri Agama yang bersedia hadir,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama di Indonesia bukanlah hal baru, melainkan telah terbangun sejak awal kemerdekaan.

“Hari ini kita ingin menunjukkan kepada dunia sebuah konstruksi kerukunan yang sesungguhnya sudah berlangsung sejak kita merdeka,” kata Romo.

Ia menilai, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengkomunikasikan pengalaman Indonesia kepada dunia internasional.

“Beginilah seharusnya kehidupan dalam sebuah negara yang sangat majemuk. Ini wujud dari sesanti kita, Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya.

Romo menambahkan, Kementerian Agama terus mendukung penguatan kerukunan melalui berbagai instrumen kelembagaan.

“Kami memiliki Badan Moderasi Beragama dan Forum Kerukunan Umat Beragama. Karena itu kami bergembira acara ini bisa dilaksanakan dan menjadi pesan penting bagi dunia,” pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved