Hari Pers Nasional
Langkah Senyap Dahlan Dahi Damaikan PWI, Berawal Dari Niat di Hati
Dahlan Dahi menerima penghargaan penghargaan PWI Awards. Penghargaan diberikan atas jasanya kembali persatukan PWI.
Ringkasan Berita:
- Dahlan Dahi menerima penghargaan penghargaan PWI Awards di puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026
- Dahlan Dahi mengaku niatnya menyatukan PWI semata-mata didasari ketulusan hati, yang tidak ingin melihat sesama insan pers saling bertengkar
- Akhmad Munir mengatakan pemberian penghargaan kepada Dahlan Dahi ditujukan atas jasa-jasanya menyelesaikan konflik dualisme PWI
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi menerima penghargaan penghargaan PWI Awards di puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang digelar di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026).
Dahlan Dahi menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas kontribusinya dalam memperkuat soliditas dan persatuan organisasi profesi wartawan tertua dan pertama di Indonesia yang sempat terpecah menjadi dua kubu.
CEO Tribun Network tersebut hadir langsung menerima penghargaan tersebut.
Mengenakan baju batik lengan panjang, Dahlan Dahi tampak berjejer bersama sejumlah pejabat yang juga menerima penghargaan di atas panggung.
Setelah menerima penghargaan, Dahlan Dahi bersama para penerima penghargaan berfoto bareng beberapa menteri Kabinet Merah Putih yang hadir dalam acara puncak HPN 2026.
Setelah menerima penghargaan, Dahlan Dahi mengaku niatnya menyatukan PWI semata-mata didasari ketulusan hati, yang tidak ingin melihat sesama insan pers saling bertengkar.
Baca juga: PWI Awards 2026, Munir Sebut Figur Dahlan Dahi Tulus Ikhlas Rajut Perbedaan Keras Dua Kubu PWI
"PWI ini kan organisasi pers tertua di Indonesia. Saya tidak ingin saat saya pensiun, melihat para wartawan berkonflik tiada ujung," ujar Dahlan Dahi.
"Jadi niat saya murni dari hati, bukan untuk mendapatkan penghargaan. Jadi ini sejarah yang harus dicatat," ucap dia.
Ketua Umum PWI Akhmad Munir mengatakan pemberian penghargaan kepada Dahlan Dahi ditujukan atas jasa-jasanya menyelesaikan konflik dualisme PWI.
Baca juga: Peran Senyap yang Berdampak Besar, Dahlan Dahi Dinilai Konsisten Dukung Jurnalisme Berkualitas
"Beliau bisa merajut kembali perbedaan-perbedaan keras antara Bang HCB dan Bang Zul," ucap Akhmad Munir.
"PWI yang tadinya mengalami dualisme, alhamdulillah berkat ketelatenan, keikhlasan dan ketulusan mas Dahlan Dahi, akhirnya tercapai kesepakatan untuk digelar Kongres Persatuan PWI 2025," ujar Munir.
Dualisme Pengurus PWI
Dalam rentang waktu 2024-2025 PWI Pusat mengalami dualisme kepengurusan.
Dualisme kepengurusan PWI Pusat tersebut muncul setelah mencuat isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Forum Komunikasi Humas BUMN yang diperuntukkan bagi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada awal 2024.
Buntut dari persoalan ini, internal PWI pun bergejolak.
Pada April 2024, Dewan Kehormatan PWI menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Ketua Umum PWI Hendry Ch Bangun.
Menyikapi hal tersebut, kubu Hendry (Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung 2023), memecat Tedjo Sasongko sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI.
Konflik kubu Hendry Cs dan Tedjo Cs sempat mereda setelah digelar Rapat Pleno Diperluas PWI pada akhir Juni 2024 yang menyepakati penerimaan pengunduran diri beberapa pengurus harian PWI.
Namun, kisruh kembali terjadi menyusul perombakan susunan Dewan Kehormatan dan Pengurus PWI Pusat yang memicu desakan adanya Kongres Luar Biasa (KLB).
Pada 18 Agustus 2024, digelar Kongres Luar Biasa PWI di Jakarta. Lewat KLB tersebut, Zulmansyah Sekedang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PWI periode 2023-2028.
Dari sana konflik pun meruncing karena ada dua kepengurusan di tubuh PWI Pusat yakni kubu Hendry Bangun dan kubu Zulmansyah Sekedang.
Menyikapi kisruh tersebut, Dewan Pers mengambil langkah tegas pada September/Oktober 2024, termasuk tidak memperbolehkan PWI menggelar UKW dan menggembok sementara sekretariat PWI.
Menyikapi langkah Dewan Pers, Hendry Bangun merespons dengan mengajukan gugatan perdata terhadap Dewan Pers dan sejumlah pihak lainnya pada November 2024.
Langkah Dahlan Dahi Persatukan PWI
Setelah konflik berlarut-larut, akhirnya muncul inisiatif dari Dahlan Dahi untuk kembali menyatukan PWI.
Didukung Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Pers 2025-2028, Selasa (4/3/2025).
Setelah terpilih, beberapa wartawan senior berharap padanya untuk menyelsaikan konflik PWI. Dahlan langsung coba menghubungi Hendry Ch Bangun, yang sudah lama dikenalnya.
Hendry Ch Bangun, selaku Ketua Umum PWI Pusat dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat Sayid Iskandarsyah, serta sejumlah kawan-kawan berada satu kubu.
Kubu lainnya Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Sasongko Tedjo, pengurus PWI hasil Kongres Bandung Zulmansyah Sakedang.
Sekali waktu, Dahlan cerita, bahkan ia bekerja hingga larut malam untuk diskusi mencari akar masalah PWI. Untuk pendekatan emosional dan mencarikan suasana, Dahlan --yang pernah mengenyam pendidikan dan lama bertugas di Makassar, Sulawesi Selatan, bahkan membawa istrinya, berkunjung ke kediaman Hendry, yang beristri perempuan asal Sulawesi Selatan.
Pada bagian lagi, pendekatan dilakukan kepada Zulmansyah. Jadi lobi-lobi dijalin beberapa waktu, dan berulang.
Dahlan sendiri bukan anggota PWI, melainkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Kemudian, setelah Dewan Pers dilantik menjadi anggota dewan pers, 14 Mei 2025, Dahlan yang menjabat Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, ia memformalkan pertemuan. Dahlan coba mencari solusi konflik panjang di tubuh PWI.
Dahlan bertindak sebagai mediator. Awalnya rapat virtual atau online bertiga, Dahlan bersama Hendry Ch Bangun, dan Zulmansyah Sekedang.
Kemudian, dua hari setelah pelantikan anggoda Dewan Pers, Dahlan mempertemukan HCB sapaan untuk Hendry Ch Bangun, dan Zul, sapaan Zulmansyah Sekedang, Jumat (16/5/2025) malam.
Dua kubu yang berseteru sepakat mengakhiri perpecahan dan menyatukan langkah melalui sebuah Kongres Persatuan PWI yang akan digelar paling lambat 30 Agustus 2025 di Jakarta.
Kongres pun dilaksanakan.
Kongres juga menyatukan pengurus, menuntaskan laporan pidana/perdata antaranggota, dan memilih pengurus baru.
Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk periode 2025-2030, menandai berakhirnya era dualisme.
(Tribunnews.com/ domu d ambarita/ Tribunbanten.com/ Ahmad Haris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DAHLAN-DAHI-DI-Konvensi-Nasional-Media-Massa-DS.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.