Ijazah Jokowi
Sebut Salinan Ijazah Jokowi Berbeda dari Data Sebelumnya, Mikhael Sinaga: Ternyata Ada yang Salah
Mikhael Sinaga mengatakan ada perbedaan salinan ijazah Jokowi tahun 2014 dengan sumber sebelumnya.
"Nah untuk itu ya sebagai orang yang punya tanggung jawab moral, saya memutuskan membagikan ini (dokumen ijazah Jokowi) di media sosial saya. Ya, bisa dicek di media sosial saya," ungkap Bonatua.
"Mari kita berdiskusi seluruh Indonesia, kita jadikan ini diskursus publik."
"Semua, kita dari sini mari berbicara dengan gaya peneliti tapi jangan sembarangan tuduh seperti," pungkasnya.
Ray Rangkuti: Kita Belum Tahu Ijazah Jokowi Asli atau Tidak
Sementara itu, pengamat politik, Ray Rangkuti, mempertanyakan salinan ijazah Jokowi yang diperoleh Bonatua Silalahi dari KPU.
Ia mengatakan selama ini yang menjadi permasalahan adalah, apakah ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), asli atau tidak.
"Kalau ada, ada (ijazah Jokowi). Kan yang dipersoalkan orang itu adalah apa yang ada itu asli apa tidak? Itu yang dipersoalkan," kata Ray Rangkuti, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Senin (9/2/2026).
Ray menilai bukti adanya ijazah Jokowi adalah ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini telah berhasil lolos menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode menjadi Presiden.
"Sampai sekarang kita belum tahu apakah (ijazah Jokowi) asli atau tidak. Kalau ada, ada. Maka karena ada dia diloloskan baik sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI, Presiden dua kali," tutur Ray Rangkuti.
"Ada tuh secara fisik. Tapi, yang ada ini benar apa enggak? Asli apa enggak?" jelasnya.
Ray menegaskan kubu yang memercayai ijazah Jokowi asli, akan terus percaya ijazah tersebut asli.
Namun, kubu yang yakin ijazah Jokowi palsu, pasti akan terus menuntut dibuktikan kepalsuan ijazah tersebut.
"Saya kira petanya masih sama. Mereka yang ragu masih akan ragu. Mereka yang memang sudah percaya, ya percaya gitu," ujar Ray.
Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani tersebut, tingkat keraguan terkait keabsahan ijazah Jokowi makin meningkat.
Pasalnya, kasus ijazah Jokowi ini tidak kunjung tuntas, justru makin bertambah persoalan baru.
"Persoalan pertama adalah kalau adanya (ijazah Jokowi), ada. Yang kedua apakah benar fisiknya itu atau tidak?" kata dia.
"Yang ketiga, apakah fisiknya ini menyerupai yang aslinya? Yang keempat apakah desain di dalam fisik itu sama dengan desain yang dikeluarkan UGM secara umum."
"Kan jadi bertingkat-tingkat nih sampai ke persoalan fotonya benar apa enggak, legalisirnya benar apa enggak dan sebagainya," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Mario Christian/Rakli Almughni)