Senin, 1 Juni 2026

Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk? Ini Sejarah dan Makna Simbolisnya

Simak alasan perayaan Imlek yang identik dengan buah jeruk, miliki sejumlah makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa.

Tayang:
Penulis: Nurkhasanah

Pada masa Dinasti Tang dan Song, memberikan buah jeruk sebagai tanda niat baik selama festival sudah menjadi kebiasaan yang meluas. 

Biasanya, keluarga akan menyiapkan nampan berisi jeruk keprok bersama makanan simbolis lainnya seperti kue beras dan biji teratai untuk menyambut tahun baru Imlek dengan energi keberuntungan.

Baca juga: 5 Makanan Khas Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Indonesia, Ada Kue, Salad, hingga Buah

Simbolisme di Balik Jeruk dalam Tradisi Tiongkok

Makna jeruk dalam perayaan Tahun Baru Imlek melampaui sekadar penampilannya.

Kata Mandarin untuk jeruk mandarin, 'ju' (桔), terdengar hampir identik dengan 'ji' (吉), yang berarti 'keberuntungan' atau 'kemakmuran'. 

Demikian pula, kata untuk jeruk, 'cheng' (橙), menggemakan 'cheng' (成), yang berarti 'kesuksesan' atau 'pencapaian'. 

Kesamaan fonetik ini menjadikan jeruk sebagai simbol ideal untuk mengungkapkan harapan akan tahun yang beruntung dan makmur di masa mendatang.

Selain simbolisme suara, karakteristik fisik buah jeruk juga memperkuat konotasi positifnya, yakni:

  • Warna: Kulit jeruk yang cerah menyerupai emas, melambangkan kekayaan dan kelimpahan.
  • Bentuk: Buah bulat melambangkan kesempurnaan, persatuan keluarga, dan pembaruan siklus.
  • Aroma: Aroma segar jeruk dipercaya dapat membersihkan ruangan dan mengusir energi negatif.
  • Daun masih menempel: Jeruk mandarin yang dijual dengan daun hijau yang masih utuh melambangkan umur panjang dan vitalitas.

Praktisi feng shui sering merekomendasikan menempatkan mangkuk berisi jeruk di ruang tamu atau dekat pintu masuk untuk meningkatkan aliran energi dan menarik peluang finansial. 

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved