Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk? Ini Sejarah dan Makna Simbolisnya
Simak alasan perayaan Imlek yang identik dengan buah jeruk, miliki sejumlah makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa.
Ringkasan Berita:
- Perayaan Imlek identik dengan jeruk karena melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan kelimpahan.
- Warna oranye keemasannya pada menyerupai koin emas, memperkuat asosiasi dengan kekayaan dan kesuksesan finansial.
- Penggunaan buah jeruk mandarin selama Tahun Baru Imlek telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.
TRIBUNNEWS.COM - Jeruk merupakan bagian penting dari perayaan Tahun Baru Imlek.
Tahun Baru China atau Imlek (Chinese New Year) merupakan perayaan pergantian tahun dalam kalender lunar Tionghoa.
Perayaan ini dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia.
Tahun baru Imlek 2026/2577 Kongzili akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Tahun baru Imlek 2026 memiliki shio Tahun Kuda, tepatnya Kuda Api, dikutip dari China Highlights.
Lantas, mengapa Imlek identik dengan buah jeruk?
Mengutip laman party.alibaba.com, perayaan Imlek identik dengan buah jeruk karena melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan kelimpahan.
Saat perayaan Imlek, keluarga Tionghoa biasanya meletakkan keranjang berisi buah jeruk berwarna cerah di altar, kemudian menawarkannya kepada tamu, dan menukarkannya sebagai hadiah untuk meningkatkan harmoni dan menarik kekayaan.
Hal ini telah menjadi sebuah praktik yang berakar kuat dalam kebiasaan berabad-abad yang terkait dengan simbolisme, feng shui, dan penghormatan leluhur.
Baca juga: 110 Ucapan Imlek 2026 Bahasa Indonesia dan Inggris, Penuh Doa dan Harapan
Asal-usul Sejarah Buah Jeruk dalam Budaya Perayaan Tiongkok
Penggunaan buah jeruk mandarin selama Tahun Baru Imlek telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, berakar pada masyarakat pertanian kuno dan ritual istana kekaisaran.
Dalam budaya tradisional Tiongkok, persembahan buah diberikan kepada dewa dan leluhur selama transisi musim, terutama pada awal kalender lunar.
Jeruk, yang sedang berada di puncak musimnya selama musim dingin dan awal musim semi, secara alami dikaitkan dengan periode Tahun Baru Imlek.
Warna oranye keemasannya menyerupai koin emas, memperkuat asosiasi dengan kekayaan dan kesuksesan finansial.
Selama Dinasti Han (206 SM–220 M), buah jeruk dianggap sebagai barang mewah, seringkali hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan dan digunakan dalam pengobatan.
Seiring waktu, seiring perluasan budidaya di seluruh Tiongkok selatan, khususnya di provinsi Guangdong, Fujian, dan Sichuan, jeruk mandarin dan jeruk keprok menjadi lebih mudah diakses oleh rumah tangga biasa.