Senin, 11 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Mendagri Sebut Pemulihan Pascabencana di Sumatra Butuh Waktu 2-3 Tahun

Dibutuhkan waktu dua sampai tiga tahun untuk memulihkan total Aceh, Sumut, dan Sumbar usai dilanda bencana hidrometeorologi.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Dibutuhkan waktu dua sampai tiga tahun untuk memulihkan total Aceh, Sumut, dan Sumbar usai dilanda bencana hidrometeorologi.
  • Namun, jika memulihkan normal secara fungsional, maka dibutuhkan waktu dua sampai tiga bulan saja.
  • Terutama apabila pembersihan lumpur hingga pembukaan akses dasar dilakukan secara masif.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, dibutuhkan waktu dua sampai tiga tahun untuk memulihkan total Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) usai dilanda bencana hidrometeorologi.

Hal itu disampaikan Tito setelah konferensi pers terkait Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
 
"Saya waktu ditanya oleh Pak Presiden, kira-kira berapa lama untuk menormalisasi penuh? Kalau normalisasi penuh saya sampaikan mungkin kira-kira 2-3 tahun." 

"Karena apa? karena memang mengeruknya, termasuk tadi jalan-jalan yang kabupaten, jalan provinsi ini mengerjakannya kan sangat banyak ruas yang kena untuk dipermanenkan," ucap Tito.

Namun, jika memulihkan normal secara fungsional, maka dibutuhkan waktu dua sampai tiga bulan saja.

Terutama apabila pembersihan lumpur hingga pembukaan akses dasar dilakukan secara masif.

"Dua bulan juga normal, terutama kalau kita genjot masalah lumpurnya," ungkapnya.

Tito menjelaskan, normal dalam hal ini adalah normal secara fungsional, bukan normal secara permanen.

"Normal fungsional itu artinya kalau jalannya bisa dilalui, kemudian lorongnya bisa dilalui. Tapi untuk mengaspal kembali, memperlebar jalan, jembatan yang tadinya sekarang ini jembatan darurat menjadi jembatan permanen. It takes time (itu butuh waktu) lah," tuturnya.

Saat konferensi pers, Tito menyebut, dari total 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi tersebut, sebanyak 37 daerah atau hampir 70 persen sudah kembali normal dalam waktu sekitar dua bulan sejak masa tanggap darurat.

“37 jadi kalau kita persentasekan ya lebih kurang hampir 70 persen kabupaten kota dari 52 kabupaten kota itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar dua bulan,” kata Tito.

Baca juga: Seskab: Prabowo Pantau Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Pejabat Diminta Update Berkala

Namun demikian, ia menegaskan masih ada daerah yang belum pulih sepenuhnya.

Untuk Sumatra Barat, Tito menyebut dua daerah masih membutuhkan perhatian serius yakni Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu, dua wilayah lain dinilai membutuhkan atensi khusus karena masih menghadapi berbagai persoalan, yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.

Kemudian di Sumatra Utara, dari 33 kabupaten/kota yang ada, 18 di antaranya terdampak bencana.

“Dan kemudian yang sudah menyatakan normal dan hasil cross-check kita itu ada 15, alhamdulillah. Dan mendekati normal itu ada satu yaitu Tapanuli Selatan." 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved