Jumat, 1 Mei 2026

Profil Boy Thohir, Pengusaha yang Hadiri Pertemuan Prabowo dengan Konglomerat Nasional

Berikut profil Boy Thohir, Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (AlamTri/ADRO) yang hadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo.

Tayang:
Penulis: Falza Fuadina
Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
  • Salah satu tokoh yang hadir ialah Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (AlamTri/ADRO), Boy Thohir.
  • Profil Boy Thohir.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Salah satu tokoh yang hadir ialah Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau Adaro Energy, Boy Thohir.

Selain Boy Thohir, turut hadir Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group) dan Anthony Salim (Salim Group).

Kemudian Franky Widjaja (Sinar Mas Group) dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group).

Pertemuan berlangsung di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (10/2/2026) malam.

Teddy menyebut, pada momen itu, Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated.

"Yang berarti bahwa kolaborasi erat seluruh sektor, yakni antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi," ujar Teddy lewat unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, para pengusaha yang hadir menyatakan komitmennya untuk mendukung visi dan misi pemerintah dalam sektor yang paling strategis.

"Yaitu pemenuhan makan bergizi, sekolah dan pendidikan tinggi, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan serta kedaulatan pangan dan energi," tutur Teddy.

Selanjutnya, Prabowo mengajak para pengusaha untuk bersama-sama dengan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaaan.

"Khususnya di sektor riil, guna mendorong pengembangan industri serta penguatan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)," papar Teddy.

Baca juga: Prabowo Bertemu Lima Pengusaha di Hambalang, Ada Prajogo Pangestu-Anthony Salim

Berikut adalah profil Boy Thohir.

Profil Boy Thohir

Pemilik nama lengkap Garibaldi Thohir itu lahir di Bandar Lampung, Sumatera Selatan pada 1 Mei 1965.

Ia merupakan putra dari pasangan Mochammad Teddy Thohir, salah satu pendiri Astra International, dan Edna Thohir.

Selain itu, ia juga merupakan kakak kandung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir.

Boy Thohir menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) di University of Southern California, Amerika Serikat, pada 1988, lalu melanjutkan studi dan memperoleh gelar Magister Administrasi Bisnis dari Northrop University di Amerika Serikat.

Karir

Sepulangnya dari Amerika, ia memulai karir bisnisnya dengan bergabung ke Astra, yang saat itu dipimpin oleh sang ayah.

Setelah merasa pengalamannya di Astra sudah cukup, Boy kemudian mencoba mendirikan perusahaan di bidang properti, salah satunya melalui pembangunan apartemen di kawasan Casablanca, Jakarta.

Namun, usahanya tersebut tidak berjalan dengan mulus. Selain itu, ia juga terkendala pembebasan lahan.

Lalu, ia menjual perusahaan tersebut kepada ayahnya.

Pada 1992, ia bergabung ke PT Allied Indo Coal, sebuah perusahaan tambang di Sawah Lunto, Sumatera Barat.  

Suami dari Alinda Thohir itu kemudian merintis usahanya di bidang keuangan dengan mengakusisi perusahaan multi finansial PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) pada tahun 1997. Perusahaan tersebut bergerak di bidang layanan pembiayaan kepada masyarakat, khususnya untuk pembelian sepeda motor Honda.

Pada 2005, Boy bersama Theodore Permadi Rachmat, Edwin Soeryadjaya, Sandiaga Uno, dan Benny Soebianto membentuk sebuah konsorsium untuk mengakuisisi saham Adaro Energy dari perusahaan asal Australia, New Hope.

Langkah tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan bisnisnya. 

Ia kemudian berhasil membawa Adaro Energy menjadi perusahaan batu bara terbesar kedua di Indonesia setelah PT Kaltim Prima Coal, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu produsen batu bara terbesar kelima di dunia.

Tiga tahun kemudian, Adaro Energy melakukan penjualan saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) hingga berhasil membuat Adaro sebagai satu dari 50 Perusahaan Terbaik di Asia versi Forbes. 

Selain Adaro Energy, Boy Thohir juga terlibat dalam berbagai sektor bisnis lainnya, termasuk perbankan dan media.

Pada 30 Mei 2013, Ayah tiga anak itu juga memborong saham perusahaan yang dipimpinnya sendiri untuk memperkuat investasinya.

Pada tahun berikutnya, PT. Adaro Power bekerja sama dengan anak usaha Korea East-West Power Co. Ltd. untuk membentuk PT Tanjung Power Indonesia, perusahaan penyedia pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 X 100 megawatt (MW) di Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Boy Thohir tercatat pernah menjadi Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juni 2015, menggantikan Dwi Soetjipto.

Ia juga terpilih sebagai Komisaris Utama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) pada 24 Juli 2019, dan tak lama kemudian Boy didapuk sebagai Direktur PT Apple Indonesia.

Selain itu, Boy juga dipercaya sebagai Komisaris Utama GoTo pada tahun 2020.

Namun setelah menjabat selama sekitar tiga tahun, ia memilih untuk mengundurkan diri dari posisi tersebut.

Meski begitu, adik dari Hireka Vitaya atau Rika Thohir itu masih menjadi pemegang saham perusahaan teknologi tersebut dengan kepemilikan mencapai 1 miliar saham.

Pada 2025, pria berusia 60 tahun itu memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Direktur PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, yang sebelumnya bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk.

Ia kemudian diangkat menjadi Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut.

Hal itu berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 yang berlangsung pada Senin, 2 Juni 2025.

Di sisi lain, Boy Thohir juga diketahui aktif dalam kegiatan sosial dan filantropi, yakni Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).

Yayasan yang sebelumnya bernama Yayasan Adaro Bangun Negeri itu diresmikan oleh Boy Thohir pada Juni 2025.

Berdasarkan laporan awal 2026, estimasi kekayaannya diperkirakan mencapai USD 3,8 miliar atau sekitar Rp64 triliun, menempatkannya dalam jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

(Tribunnews.com/Falza/Muhamad Deni Setiawan)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved