Selasa, 14 April 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

DPR Minta Audit Keamanan Bandara Perintis Usai Penembakan Pesawat Smart Air

DPR mendesak audit keamanan bandara perintis pasca penembakan pesawat Smart Air di Papua yang menewaskan dua pilot

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Eko Sutriyanto
Handout/IST
PESAWAT DITEMBAK - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, meminta pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem penilaian keamanan (security assessment) dan standar pengamanan bandara perintis di wilayah rawan konflik. Hal ini disampaikan Edi merespons insiden penembakan pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi V DPR Edi Purwanto meminta audit menyeluruh sistem security assessment dan standar pengamanan bandara perintis usai penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Papua Selatan. 
  • Insiden yang menewaskan dua pilot itu dinilai menunjukkan lemahnya koordinasi dan pemetaan risiko 
  • Aparat kini memburu pelaku dan mensterilkan area bandara.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, meminta pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem penilaian keamanan (security assessment) dan standar pengamanan bandara perintis di wilayah rawan konflik.

Hal ini disampaikan Edi merespons insiden penembakan pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

"Pertanyaannya kemudian, apakah assessment keamanan sebelum penerbitan flight clearance sudah mempertimbangkan tingkat kerawanan wilayah secara komprehensif? Ini harus didalami melalui investigasi resmi dan audit prosedur," kata Edi kepada Tribunnews.com, Kamis (12/2/2026).

Edi menegaskan, flight clearance tidak boleh hanya sekadar urusan teknis operasional dan cuaca. Izin tersebut wajib mempertimbangkan kondisi keamanan wilayah (security clearance) berdasarkan koordinasi ketat dengan TNI/Polri dan otoritas setempat.

Menurut Edi, insiden yang terjadi saat pesawat mendarat atau berada di area bandara ini menunjukkan sejumlah kelemahan fatal.

Ia menyoroti setidaknya empat titik lemah, yakni pengamanan batas luar bandara di topografi terbuka, lemahnya sistem peringatan dini (early warning system), kurangnya koordinasi antar-otoritas, serta pemetaan risiko berbasis intelijen yang belum maksimal di ring 1 dan ring 2 bandara.

Baca juga: Anggota Komisi V DPR Edi Purwanto Sebut Pemerintah Perlu Revisi Tarif Penyeberangan, Ini Alasannya

"Papua memiliki karakteristik geografis dan dinamika keamanan yang berbeda dengan wilayah lain. Karena itu, standar pengamanan bandara di wilayah konflik tidak bisa disamakan dengan daerah normal," ujar Edi.

Edi mengingatkan bahwa negara tidak boleh abai. Secara regulasi, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan telah diatur tegas dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta standar internasional Annex 17 ICAO (Aviation Security).

Pasal 308–312 UU Penerbangan, misalnya, secara spesifik mengatur Program Keselamatan Penerbangan Nasional, termasuk perlindungan terhadap tindakan melawan hukum yang membahayakan keselamatan pesawat udara.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Edi menyampaikan lima rekomendasi konkret kepada pemerintah:

1. Audit menyeluruh sistem security assessment sebelum penerbitan flight clearance terutama di wilayah rawan.

2. koordinasi lintas sektor (Kemenhub, AirNav, maskapai, TNI/Polri, Pemda) harus di tingkatkan demi keselamatan semua pihak dalam penerbangan.

3. Pemerintah perlu melakukan penetapan zona risiko tinggi (high risk airspace) dengan protokol khusus atau pembatasan tertentu.

4. Evaluasi SOP keamanan penerbangan perintis di daerah-daerah konflik atau rawan gangguan bersenjata.

5. Transparansi hasil investigasi sesuai prinsip akuntabilitas publik.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengungkapkan pelaku penembakan pesawat Smart Air Aviation berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo.

Kelompok ini dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menerangkan terhadap terduga kelompok pelaku kini masih diburu.

"Aparat masih melakukan pemburuan terhadap kelompok pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut," ungkapnya dalam keterangan, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya saat ini penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. 

Aparat menegaskan bahwa negara hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat.

Peristiwa penembakan itu mengakibatkan dua pilot Smart Air PK-SNR yakni kapten Egon Erawan dan Baskoro sebagai co-pilot tewas.

Pada Kamis (12/2/2026) pagi, kedua jenazah telah dievakuasi ke Timika untuk proses identifikasi dan autopsi. 

Setelah pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Area Bandara Korowai Batu, tempat kejadian perkara berhasil diamankan.

Sejak pukul 06.00 WIT, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang dibantu unsur TNI telah memasuki lokasi dan menguasai situasi di sekitar bandara. 

Sementara itu, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang dipastikan selamat. 

Mereka merupakan warga lokal yang segera mengamankan diri dan telah kembali ke rumah masing-masing.

“Alhamdulillah, pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi termasuk pesawat. Evakuasi korban sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif,” ujar Kombes Yusuf.

Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. 

Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk penguatan pengamanan, mengingat wilayah tersebut merupakan bandara perintis yang selama ini melayani akses vital masyarakat pedalaman.

Dampak psikologis turut dirasakan warga. 

Berdasarkan data sementara, 39 warga sempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut.

Aparat kini berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah tersebut.

“Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” tambah Kombes Yusuf.

Untuk sementara, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman.

Di pedalaman yang aksesnya terbatas dan fasilitasnya sederhana, langkah cepat hari ini menjadi penanda bahwa keselamatan warga Papua tetap menjadi perhatian utama. 

Situasi terus dipantau, dan aparat gabungan memastikan Korowai kembali tenang.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved