Dewan Perdamaian
Israel Resmi Gabung Board of Peace, Guru Besar UI: Tak Ada Imbangan, Two-State Solution Tak Terwujud
Prof. Hikmahanto Juwana menilai, karena Israel yang resmi bergabung dengan Board of Peace, maka Solusi Dua Negara tak akan pernah terwujud.
Two-State Solution Tidak akan Terjadi
Hikmahanto yang dikukuhkan sebagai guru besar pada 2002 ini juga mengingatkan kembali pernyataan PM Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut, tidak akan ada yang namanya Negara Palestina atau State of Palestine.
Ia menilai, dengan adanya pernyataan Netanyahu itu, ditambah bergabungnya Israel ke Board of Peace, maka Solusi Dua Negara atau Two-State Solution tidak akan terwujud.
Padahal, pemerintah Indonesia sendiri sudah menyatakan bahwa keikutsertaan ke BoP adalah untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan mewujudkan perdamaian yang adil serta berkelanjutan melalui kerangka Two-State Solution (solusi dua negara, di mana negara Palestina merdeka berdampingan dengan Israel).
Menurut Hikmahanto, bahkan jika Indonesia yang sudah bergabung lalu mengancam keluar dari Board of Peace, Donald Trump tidak akan terpengaruh.
Sebab, sudah jelas nantinya Donald Trump lebih percaya kepada Benjamin Netanyahu.
"Yang perlu diperhatikan adalah Perdana Menteri Netanyahu beberapa hari yang lalu, sudah mengatakan bahwa Israel sebagai penguasa di Gaza tidak akan membiarkan Palestina merdeka di atas tanah Gaza," tutur Hikmahanto.
"Nah, ini kan artinya apa? Two-State Solution tidak akan terjadi."
"Ya. Kalau misalnya kita masuk BoP kemudian kita menjadi Kuda Trojan —keluar dan kemudian kita coba pengaruhi Trump— enggak akan terjadi."
"Karena Trump lebih percaya pada Netanyahu daripada, misalnya, negara-negara Islam, bahkan Indonesia."
PM Israel Benjamin Netanyahu: Negara Palestina Tidak akan Pernah Terwujud
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sudah beberapa kali menyatakan, tidak akan pernah ada yang namanya Negara Palestina.
Terbaru, pada Selasa (27/1/2026) atau hanya lima hari setelah Board of Peace (BoP) Charter diluncurkan di Swiss, Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel tidak akan mengizinkan rehabilitasi Gaza, sebelum wilayah itu didemiliterisasi.
Ia juga menolak tegas pembentukan negara Palestina di sana, sebagaimana dilansir XinHua dan CBN News, Rabu (28/1/2026).
Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers, sehari setelah jenazah sandera Israel terakhir yang ditahan di Gaza dikembalikan.