Senin, 4 Mei 2026

Dewan Perdamaian

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Guru Besar UI: Tak Ada Imbangan, Two-State Solution Tak Terwujud

Prof. Hikmahanto Juwana menilai, karena Israel yang resmi bergabung dengan Board of Peace, maka Solusi Dua Negara tak akan pernah terwujud.

Tayang:

Diketahui, jenazah tersebut teridentifikasi bernama Ran Gvili, seorang petugas polisi yang tewas selama serangan Hamas.

Pengembalian jenazah Ran Gvili dianggap menjadi pembuka jalan bagi fase selanjutnya dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina, yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 dan mencakup rehabilitasi wilayah tersebut.

Namun, Netanyahu seolah enggan untuk bergerak ke fase lanjut tersebut.

Ia menegaskan kembali bahwa dirinya mengejar "kemenangan mutlak," dengan tiga aspek utama, yakni pembebasan semua sandera, pelucutan senjata Hamas, dan demiliterisasi Gaza.

"Hanya dengan cara ini kita dapat memastikan bahwa Gaza tidak lagi menimbulkan ancaman bagi Negara Israel," tutur Netanyahu.

"Saya dengar bahwa kita akan mengizinkan didirikannya Negara Palestina di Gaza. Itu tidak dan tidak akan pernah terjadi."

Netanyahu mencatat bahwa Israel sekarang akan fokus pada "menyelesaikan dua misi yang tersisa; melucuti senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza dari senjata dan terowongan."

"Hanya ada dua pilihan, ini akan dilakukan dengan cara mudah atau cara sulit, tetapi dalam hal apa pun itu akan tetap dilakukan."

Indonesia Dorong Two-State Solution via Board of Peace

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Sugiono telah menegaskan, solusi dua negara (two-state solution) untuk mencapai perdamaian di Gaza dan mendukung kemerdekaan Palestina harus terwujud.

Hal ini disampaikan Sugiono dalam pernyataan resmi mengenai keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) Chart atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Sekali lagi, bagi kita solusi dua negara yang real [nyata] itu harus terjadi," kata Sugiono, dikutip dari video diunggah di kanal YouTube milik Kementerian Luar Negeri RI, MoFA Indonesia, Jumat (23/1/2026).

Dalam pernyataan resminya, Sugiono juga menyebut, Indonesia terus berkomitmen untuk memperjuangkan kedaulatan Palestina. Salah satunya adalah dengan ikut berpartisipasi dalam Board of Peace.

"Kemerdekaan Palestina serta pengakuan terhadap kedaulatan Palestina merupakan sesuatu yang selama ini terus kita perjuangkan, dan Board of Peace ini merupakan satu alternatif yang konkret saat ini yang bisa kita harapkan untuk mencapai keinginan tersebut," tutur Sugiono.

Sugiono menyatakan, langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap diplomasi dan pandangan RI mengenai perdamaian baik di dunia maupun di wilayah Palestina.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved