Said Didu Bantah Prabowo Tunduk kepada Jokowi, Sebut Prabowo Jadi Dirinya Sendiri
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu membantah bahwa Presiden Prabowo Subianto berada di bawah bayang-bayang mantan Presiden Jokowi.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu membantah bahwa Presiden Prabowo Subianto berada di bawah bayang-bayang mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Kalau orang menyatakan bahwa dia (Pranowo) tunduk sekali kepada Pak Jokowi, saya menyatakan tidak. Pak Prabowo sekarang menuju menjadi dirinya sendiri,“ kata Said Didu dalam program ROSI di Kompas TV, Kamis, (12/2/2026).
Said Didu mengingatkan peristiwa gagalnya putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi calon Gubernur Jawa Tengah tahun 2024. Kaesang gagal setelah DPR batal mengesahkan Revisi UU Pilkada.
“Saat itu Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua DPR sudah menyatakan besok akan sidang pleno untuk mengubah UU Pilkada sesuai dengan putusan MA. Nah, kita tahu besoknya dibatalkan," ujar Said Didu.
“Kita tahu yang bisa, mohon maaf, memerintahkan Dasco insyaallah hanya Pak Prabowo.”
Menurut Said Didu, jika Prabowo memang di bawah bayang-bayang Jokowi, Prabowo pasti tidak akan memerintahkan Dasco yang merupakan kader Partai Gerindra.
Kemudian, menurut Said Didu, dalam pertemuan dengan “tokoh oposisi” di Jalan Kertanegara, (30/1/2026), Prabowo berkata, “Jangan menganggap saya di bawah bayang-bayang Jokowi.”
Said Didu mengklaim beberapa usul Jokowi pernah ditolak oleh Prabowo. Namun, dia menolak mengungkapkannya secara terbuka di depan publik.
Dia menyebut apabila saat ini rakyat melihat Prabowo seolah-olah masih di bawah bayang-bayang Jokowi, mungkin itu adalah cara Prabowo menghormati Jokowi. Menurut Said Didu, sikap Prabowo yang seperti itu bukan berarti bahwa Prabowo berada di bawah Jokowi.
Adapun Jokowi beberapa waktu lalu menyatakan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua periode. Sementara itu, Said Didu mengatakan Prabowo pernah dengan tegas menyebut bahwa dia belum menyatakan menginginkan dua periode.
“Kalau memang saya gagal dan dianggap salah, saya bersedia mendapat hukuman dari rakyat,” kata Prabowo menurut Said Didu.
Baca juga: Said Didu: Prabowo Pilih Gibran Jadi Cawapres Buntut Calon Lainnya Dikriminalisasi
Said Didu berujar ada banyak sekali contoh yang menunjukkan bahwa Prabowo bukanlah keberlanjutan dari Jokowi. Salah satu contoh itu adalah persoalan 3,3 juta lahan sawit di kawasan hutan pada era Jokowi.
Saat itu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan menegosiasikan ulang lahan sawit itu dengan pemilik lama. Namun, pemerintahan Prabowo tidak menegosiasikan ulang dan memilih mengambil alih lahan sawit.
“Itu adalah fakta bahwa dia (Prabowo) tidak kelanjutan dari itu,” kata Said Didu.
Percakapan dengan Prabowo
Beberapa waktu lalu Said Didu membeberkan isi percakapan pentingnya dengan Prabowo tentang ancaman oligarki di Indonesia. Hal ini disampaikan Said Didu setelah deklarasi Gerakan Merebut kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) yang digelar di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Selasa, (10/2/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Said-Didu-saat-ditemui-di-Gedung-Joang-45-Menteng.jpg)