Rabu, 22 April 2026

Ada Media Asing Kritik TNI-Polri Urusi Pangan, Prabowo: Kan Ini Polisi dan Tentara Rakyat

Prabowo menyebut ada kritik dari media asing terkait pelibatan TNI dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Dia tidak terima.

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyebut ada media asing yang mengkritik TNI dan Polri karena turut mengurusi sektor pangan di Indonesia.

Dia mengatakan media asing menilai pelibatan kedua matra tersebut tidak sesuai dengan paham pasar bebas.

"TNI dan Polri terjun, memang ada yang kritik media-media asing. Ini Presiden Prabowo menggunakan tentara dan polisi untuk meningkatkan produksi pangan."

"Menurut mereka ini nggak sesuai dengan paham pasar bebas mereka, ya. Memangnya ada pasar bebas?" katanya ketika meresmikan 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Prabowo menegaskan penugasan TNI dan Polri untuk meningkatkan produksi pangan merupakan wujud bahwa kedua institusi tersebut dekat dengan rakyat.

"Ya ini memang tentara rakyat, polisi rakyat. Penderitaan rakyat adalah penderitaan tentara. Penderitaan rakyat adalah penderitaan polisi," ujarnya.

"Karena tentara dan polisi, anggotanya adalah anak-anak rakyat," sambung Prabowo.

Baca juga: Prabowo Puas Resmikan 1.179 SPPG Polri, Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

Dia juga mengungkapkan bahwa profesi tentara dan polisi bukan untuk kalangan menengah ke atas.

Menurutnya, orang dari kalangan tersebut tidak mampu untuk mengemban tugas sebagai prajurit TNI dan polisi.

"Kalau orang kaya mana mau masuk tentara, mana mau jadi polisi. Suruh aja berdiri, berdiri satu jam saja di panas matahari. Mungkin kalau polisi dan tentara dicek paru-parunya, hitam semua itu," kata Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo mengakui bahwa Polri saat ini tengah menjadi sorotan dan banyak dikritik masyarakat.

Namun, dia menegaskan bahwa hal tersebut harus dihadapi sebagai risiko dari pelayan publik.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengatakan hal yang sama juga dialami oleh TNI.

"Itu risiko bener nggak? Yang penting niat baik. Pengorbanan untuk bangsa dan negara. Jadi kita harus tegar dan buktikan kepada rakyat," kata Prabowo.

Baca juga: Polri di Bawah Kementerian Rawan Ditunggangi Kepentingan Politik Praktis

Dia mengatakan tuduhan terhadap TNI tak berdasar karena institusi militer tersebut tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar kemanusiaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved