Kelompok Bersenjata di Papua
5 Hari Pascapenembakan Pesawat Smart Air, KKB Pelaku Penembakan Pilot dan Kopilot Belum Tertangkap
Berikut update insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, menewaskan pilot dan kopilot.
Ringkasan Berita:
- Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz menegaskan hingga kini aparat baru mengidentifikasi dua terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, yang menewaskan pilot dan kopilot, namun belum ada penangkapan.
- Aparat memang mengamankan empat orang dalam operasi terbaru, tetapi mereka tidak berkaitan langsung dengan penembakan. Dua di antaranya terlibat kasus kekerasan lain, sementara dua lainnya masih diperiksa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berikut update insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, menewaskan pilot dan kopilot.
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz menjelaskan soal kabar yang menyebut telah ada penangkapan pelaku penembakan pesawat Smart Air.
Kasatgas Humas, Kombes Polisi Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa hingga kini aparat hanya berhasil mengidentifikasi dua orang terduga pelaku, namun belum melakukan penangkapan.
“Belum ada pelaku penembakan Smart Air yang ditangkap. Yang ada baru identifikasi,” jelas Yusuf, Senin (16/2/2026).
Meski begitu, Yusuf mengakui aparat telah mengamankan empat orang dalam operasi terbaru.
Namun, mereka tidak terkait langsung dengan insiden penembakan pesawat.
- Satu orang diketahui terlibat penembakan anggota Brimob Polda Lampung pada 2022.
- Satu orang lainnya terkait kasus pembakaran ruko pada 14 Februari 2026.
- Dua orang sisanya masih dalam proses pemeriksaan intensif.
Yusuf menjelaskan, dalam 2 hari terakhir, lanjut dia, aparat telah mengamankan 4 orang.
Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH.
Sementara 2 lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.
Dia menjelaskan, para penumpang yang selamat secara sukarela mengumpulkan dana dan menitipkannya kepada perwakilan pilot maskapai Smart Air sebagai bentuk empati dan belasungkawa.
“Solidaritas para penumpang menunjukkan bahwa masyarakat Korowai sangat bergantung pada pesawat. Itu satu-satunya akses masuk. Jalur darat belum ada, dan wilayahnya sangat terpencil,” ujar Yusuf.
Korowai berada di Kabupaten Boven Digoel dengan luas wilayah yang sangat besar dan kondisi geografis didominasi hutan lebat.
Jumlah penduduk di kawasan Korowai sendiri sekitar 100 kepala keluarga.
Fasilitas kesehatan terbatas, hanya terdapat satu sekolah dasar swasta, dan permukiman warga terkonsentrasi di sekitar bandara kecil yang menjadi nadi kehidupan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/olah-tkp-penembakan-pesawat.jpg)