Menilik Kecanggihan Gulfstream G500 Japan Coast Guard yang Latih Prajurit Bakamla RI
Menilik Kecanggihan Gulfstream G500 Japan Coast Guard yang Latih Prajurit Bakamla RI
Ringkasan Berita:
- Gulfstream G500 milik Japan Coast Guard (JCG) ini mendarat di Indonesia dengan misi transfer ilmu dan pengetahuan.
- JCG ingin mentransfer ilmu teknologi maritim kepada enam prajurit terpilih Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.
- Teknologi yang ada di pesawat ini digunakan untuk pengawasan maritim.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah deretan pesawat komersial yang terparkir di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, deru mesin jet dengan body ramping dan jendela oval besar tampak mencolok.
Bukan membawa para pejabat, Gulfstream G500 milik Japan Coast Guard (JCG) ini mendarat di Indonesia dengan misi transfer ilmu dan pengetahuan.
Membawa teknologi canggih yang terpasang di Gulfstream G500, JCG ingin mentransfer ilmu teknologi maritim kepada enam prajurit terpilih Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.
Pesawat itu disebut-sebut mampu menempuh kecepatan lebih dari 900 Km/Jam. Bahkan, pada bagian bawah pesawat dilengkapi teknologi tangkapan gambar yang akurat.
Japan Coastguard Superintendent 1st Grade, Takahashi Toru, mengatakan teknologi yang ada di pesawat ini digunakan untuk pengawasan maritim.
Teknologi yang ada di pesawat itu, kata dia, bisa mengidentifikasi jenis, jumlah, dan kegiatan kapal yang tengah berlayar secara telat.
Bahkan barang-barang yang dibawa pun bisa dideteksi oleh pesawat tersebut.
"Pesawat itu bisa menemukan misalnya ada berapa kapal, kapal itu lagi sedang melakukan apa, apakah melakukan mohon maaf misalnya tindak kejahatan, itu bisa dijadikan bukti dengan foto-foto dari atas udara," terang Takahashi.
"Tetapi untuk teknis lebih lanjutnya tidak bisa kami publikasikan. Tapi tujuannya seperti itu," jelasnya.
Instruktur dari Kantor PBB untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Stephen Young juga menjelaskan program latihan itu juga membahas terkait kejahatan yang terjadi di udara, di laut, dan juga di bawah permukaan laut.
Latihan itu di antaranya juga membahas berbagai kejahatan yang dapat terjadi di ranah maritim termasuk di antaranya operasi perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, terorisme, penangkapan ikan ilegal, pencemaran lingkungan, dan kejahatan lainnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Coast Guard Jepang, Coast Guard Filipina, MMEA Malaysia, dan juga personel Bakamla Indonesia sangat produktif.
Karena menurutnya artinya ketiga negara itu juga memiliki ancaman dan tantangan bersama.
"Selain itu, dukungan besar dari Coast Guard Jepang telah mampu memperkenalkan jenis teknologi baru termasuk sensor pengintaian dan beberapa pelatihan terkait dengan bagaimana Coast Guard Jepang benar-benar beroperasi di perairan teritorial mereka," kata dia.
G500 bukan sekadar pesawat, ia adalah pusat komando terbang yang kini menjadi ruang kelas bagi personel Bakamla.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/deru-mesin-jet-dengan-body-ramping-2026gg.jpg)