Sabtu, 9 Mei 2026

Dewan Perdamaian

Jadi Wakil Komandan ISF, Indonesia Diwanti-wanti agar Waspada dengan Komandan ISF Jasper Jeffers

Dosen HI di President University, Teuku Rezasyah, menegaskan, jangan sampai Indonesia menimbulkan kesan sebagai bagian dari angkatan bersenjata AS.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Ditunjuknya Indonesia sebagai Wakil Komandan (Deputy Commander) International Stabilization Force (ISF) disorot oleh Dosen Hubungan Internasional (HI) President University Teuku Rezasyah.
  • Teuku Rezasyah mewanti-wanti Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF, karena pemimpinnya adalah Komandan ISF Mayor Jenderal (Mayjen) Jasper Jeffers III.
  • Jeffers di bawah United States Central Command (CENTCOM). Jadi, Indonesia harus hati-hati supaya tidak terkesan sebagai bagian dari angkatan bersenjata AS.

TRIBUNNEWS.COM - Dosen Hubungan Internasional (HI) President University Teuku Rezasyah meminta Indonesia waspada setelah mengemban status sebagai Wakil Komandan (Deputy Commander) International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional.

ISF sendiri berfungsi sebagai sayap operasional keamanan dari Board of Peace (BoP) Charter atau Piagam Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Beberapa tugas utamanya adalah mengamankan wilayah Gaza, Palestina dan perbatasan (dengan Israel dan Mesir), mencegah masuknya senjata, dan mendukung demilitarisasi.

Indonesia resmi diumumkan sebagai Wakil Komandan ISF oleh Komandan ISF Mayor Jenderal (Mayjen) Jasper Jeffers III dalam rapat perdana Board of Peace yang digelar di Donald J. Trump US Institute of Peace di Washington DC, AS pada Kamis (19/2/2026) kemarin.

"Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF," kata Jasper Jeffers.

Lebih lanjut, Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya di pertemuan perdana Board of Peace tersebut menyatakan, Indonesia berkomitmen untuk mengirimkan 8.000 personel TNI, atau lebih jika diperlukan, untuk menjadi bagian dari ISF.

Indonesia tak sendiri, ada empat negara lain yang siap mengirimkan personel angkatan bersenjata mereka ke Gaza, Palestina, yakni Albania, Maroko, Kazakhstan, dan Kosovo.

Komandan ISF Mayjen Jasper Jeffers III, Indonesia Harus Berhati-hati

Terkait posisi sebagai Wakil Komandan ISF, Teuku Rezasyah, meminta agar Indonesia berhati-hati mengingat pemimpinnya adalah Major General Jasper Jeffers III.

Sebab, Jeffers masih menginduk pada United States Central Command (CENTCOM). 

CENTCOM sendiri merupakan satu dari sebelas komando tempur gabungan Departemen Pertahanan AS, yang bertanggung jawab atas operasi militer, keamanan, dan kerja sama di wilayah Timur Tengah, Asia Tengah, sebagian Asia Selatan, serta perairan strategis sekitarnya.

Baca juga: Sosok Mayjen Jasper Jeffers, Jenderal Amerika Komandan ISF di Gaza, Pernah Terlibat Invasi ke Irak

Adapun Jeffers menjabat sebagai Komandan dari United States Special Operations Command Central (US SOCCENT), sebuah unit komando gabungan bawahan dari CENTCOM

"Nanti dalam berhubungan dengan pimpinannya, konon akan ditunjuk Mayor General Jasper Jeffers dari Amerika Serikat, akan menjadi masalah baru, tetapi semoga bisa diatasi," kata Teuku, dikutip dari tayangan Sapa Indonesia Pagi yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Jumat (20/2/2026).

"Karena Mayor Jenderal Jasper Jeffers ini akan menginduk kepada United States Central Command atau CENTCOM, dan selama ini kita belum pernah masuk ke dalam CENTCOM."

Teuku Rezasyah yang merupakan pendiri Centre for International Relations Studies (CIRS) ini meminta, pasukan Indonesia di ISF nanti memahami batasan lingkup tugas mereka.

Yakni, hanya sebatas di wilayah Gaza, Palestina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved