Senin, 13 April 2026

Video Deepfake Catut Figur Menkeu Purbaya, Publik Diminta Waspada Konten Hoaks

Kemenkeu memastikan video Purbaya soal “mafia keuangan” yang viral di TikTok merupakan hoaks hasil rekayasa AI deepfake.

Tangkapan layar media sosial @FaktaKeuangan
KONTEN HOAKS DEEPFAKE - Narasi yang dibangun dalam video pada akun tersebut tidak merepresentasikan pernyataan resmi yang pernah disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. 

TRIBUNNEWS.COM - Beredar di media sosial Tiktok sebuah video yang menampilkan sosok menyerupai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Konten berdurasi 16 detik tersebut diunggah oleh akun @puabuxxxher dan diduga memanfaatkan teknologi deepfake untuk memanipulasi wajah serta suara.

Dalam video yang beredar, Menkeu Purbaya dibuat seolah-olah meminta dukungan publik. Adapun narasinya yaitu:

“Saya siap membuka satu per satu nama-nama mafia itu. Tapi saya tidak bisa berdiri sendirian. Saya butuh rakyat di belakang saya. Melawan mereka bukan cuma soal nyali, tapi soal dukungan. Follow dan bagikan akun ini untuk menunjukkan dukungan rakyat kepada saya.” 

Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Menkeu Purbaya memang pernah menyampaikan bahwa dirinya telah mengantongi sejumlah nama pihak yang diduga merugikan keuangan negara dan akan menempuh proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. 

Namun, narasi yang dibangun dalam video pada akun tersebut tidak merepresentasikan pernyataan resmi yang pernah disampaikan. 

Dengan begitu, ditegaskan bahwa konten dimaksud merupakan hasil rekayasa digital dan bukan pernyataan resmi Menkeu Purbaya.

Baca juga: Kemenkeu Tegaskan Menkeu Hormati Aspirasi Guru Honorer

Waspada Konten Deepfake

Video tersebut dikategorikan sebagai manipulasi visual berbasis AI (deepfake) yang mengubah atau merekayasa wajah serta suara sehingga tampak seolah-olah berasal dari sosok yang bersangkutan. Konten itu juga dinilai telah menciptakan framing yang tidak sesuai dengan fakta dan menyesatkan.

Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk semakin kritis dalam menyaring informasi yang beredar di ruang digital. Adapun beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan yaitu:

  1. Verifikasi sumber informasi
  2. Tidak menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya
  3. Mengutamakan rujukan dari kanal resmi atau pernyataan tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan 

Seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi AI, masyarakat diharapkan tetap bijak bermedia sosial dan mengutamakan verifikasi sebagai langkah utama sebelum bereaksi terhadap informasi apa pun.

Baca juga: Menkeu Purbaya Bakal Telusuri Pejabat Kemenkeu yang Diduga Terima Gratifikasi Mobil Mewah

Sumber: Tribunnews.com
Admin: Sponsored Content
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved