Jumat, 15 Mei 2026

Sepak Terjang Muzakir Manaf, Gubernur Aceh Dapat Perhatian Publik Tinggi Menurut Riset DIR 2026

Berikut ini sepak terjang Muzakir Manaf, Gubernur Aceh yang dapat perhatian publik tinggi menurut riset DIR.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Drajat Sugiri

Ringkasan Berita:
  • Muzakir Manaf didapuk sebagai salah satu gubernur dengan tingkat engagement tinggi secara nasional.
  • Hal ini sesuai Riset tahunan Deep Intelligence Research (DIR).
  • Hal ini didorong isu kearifan lokal dan respons terhadap bencana.

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menjadi salah satu kepala daerah yang masuk dalam laporan riset tahunan Deep Intelligence Research (DIR).

Laporan tersebut bertajuk “Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026” menyoroti tingginya perhatian publik terhadap kepala daerah di Indonesia selama satu tahun pertama masa jabatan. 

Dalam laporan tersebut, Muzakir Manaf, tercatat masuk dalam kategori Highest Engagement.

Menurut riset DIR, untuk Muzakir Manaf membukukan 337.185.381 engagement dengan audience 1.693.330.015. 

Angka tersebut terutama terdorong oleh isu kearifan lokal serta respons pemerintah Aceh dalam menghadapi bencana yang terjadi sepanjang periode riset.

Diketahui Muzakir Manaf di posisi ketiga untuk kategori Highest Engagement.

Di posisi pertama ada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan total engagement 4.256.465.957 dan audience 25.570.049.700. 

Di posisi kedua, Gubernur DKI Jakarta mencatat engagement 959.157.202 dengan audience 5.764.849.476.

Baca juga: Adu Kekayaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf Mualem dan Wagub Aceh Fadhlullah, Siapa Paling Unggul?

Sosok Muzakir Manaf 

Muzakir Manaf adalah Gubernur Aceh periode 2025-2030.  

Dirinya merupakan mantan pejuang serta panglima perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). 

Atas latar belakang inilah, Muzakir Manaf lebih karib disapa Mualem, merupakan sebutan bagi seseorang yang memiliki pengetahuan militer tinggi dalam militer.  

Pada tahun 1986, Mualem pernahberangkat ke Libya, di mana ia menerima pelatihan tempur dengan anggota GAM lainnya. 

Setelah perjanjian damai 2005 (Perjanjian Helsinki), Muzakir keluar dari perjuangan bersenjata dan meniti jalur politik. 

Pria kelahiran 3 April 1964, di Seunuddon, Aceh Utara ini kemudian mendirikan Partai Aceh pada 2007 dan menjadi Ketua Umumnya, mengutip laman jayawijaya.kpu.go.id.

Perjalanan Politik

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved