Profil dan Sosok
Profil Pramono Anung, Gubernur Jakarta Masuk Daftar Paling Banyak Engagement Versi Riset DIR
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masuk daftar kepala daerah dengan Highest Engagement versi Deep Intelligence Research (DIR), Minggu (23/2/2026).
Ringkasan Berita:
- Deep Intelligence Research (DIR) menyoroti tingginya perhatian publik terhadap kepala daerah di Indonesia selama satu tahun pertama masa jabatan.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masuk dalam tiga besar kepala daerah dengan Highest Engagement.
- Pramono Anung memiliki 959.157.202 engagement dengan audience sebanyak 5.764.849.476.
TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masuk dalam tiga besar kepala daerah dengan Highest Engagement atau menyedot perhatian publik paling banyak.
Hal tersebut termuat dalam laporan riset tahunan Deep Intelligence Research (DIR) bertajuk 'Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026'.
DIR, lembaga riset media dan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) itu, menganalisis pemberitaan dan percakapan publik di media sosial sejak 20 Februari 2025, pelantikan kepala daerah.
Dalam laporannya, menyoroti tingginya perhatian publik terhadap kepala daerah di Indonesia selama satu tahun pertama masa jabatan. Termasuk tiga kepala daerah dengan engagement tertinggi.
Menurut riset DIR, Pramono Anung memiliki 959.157.202 engagement dengan audience sebanyak 5.764.849.476.
Politisi PDIP tersebut, juga termasuk sosok gubernur dengan publikasi media massa terbanyak dan figur yang menjadi perbincangan media sosial terbanyak.
Adapun pemberitaan terkait dirinya, didominasi sentimen positif dengan eksposur kuat di media wilayah Jakarta, Banten, dan Tangerang.
Sementara pemberitaan yang paling banyak diangkat berkaitan transportasi publik, banjir, infrastruktur, serta program pelayanan warga.
Selain Pramono Anung, dua gubernur teratas dalam kategori highest engagement menurut DIR, yakni Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan total engagement 4.256.465.957 dan audience 25.570.049.700. Dengan begitu, ia menempati posisi pertama.
Posisi ketiga adalah Muzakir Manaf membukukan 337.185.381 engagement dengan audience 1.693.330.015.
Baca juga: Profil Agustiar Sabran, Gubernur Kalteng Masuk Dua Kategori Laporan Riset DIR, Punya Harta Rp178,9 M
Profil Pramono Anung
Pramono Anung lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 11 Juni 1963.
Pria yang kini berusia 63 tahun tersebut, memiliki nama dan gelar lengkap, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M.
Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia dilantik sejak 20 Februari 2025. Artinya, Pramono Anung menjabat jadi kepala daerah sudah satu tahun ini.
Sebelum menjadi Gubernur DKI, Pramono Anung menjabat Sekretaris Kabinet (Seskab) periode 2019 - 2024.
Ia juga pernah menjabat dalam posisi yang sama sebagai Seskab pada 2015.
Sepanjang kariernya, Pramono Anung yang juga politisi PDIP itu, pernah menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019.
Pada 2009-2014, Pramono Anung menjadi Wakil Ketua DPR RI.
Terkait pendidikannya, semasa kecil, Pramono Anung menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Kediri. Tepatnya di SD Pawyatan Daha Kediri (1971-1976).
Lulus SD, Pramono Anung melanjutkan pendidikan SMP Pawyatan Daha Kediri (1976-1979).
Selanjutnya, ia menempuh pendidikan di SMA 1 Kediri pada tahun 1979-1982.
Setelah itu, Pramono Anang melanjutkan pendidikan tingginya di Institut Teknologi Bandung (ITB) (1982-1988), mengambil S1 Sarjana Teknik Pertambangan.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 Magister Manajemen, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1990-1992.
Lalu, pendidikan S3 Doktor Ilmu Komunikasi Politik ditempuh Pramono Anung di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 2010-2013.
Tentang Riset DIR
Deep Intelligence Research (DIR) merupakan Lembaga riset media dan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) menganalisis pemberitaan dan percakapan publik di media sosial selama periode 20 Februari 2025 hingga 19 Februari 2026.
Tercatat, total pemberitaan kepala daerah tingkat provinsi mencapai 1.887.196 berita di media siber, cetak, dan elektronik.
Dari keseluruhan pemberitaan itu, tercatat total engagement 5.624.353.582 dengan audience 33.798.508.877.
Sementara di media sosial, terdapat 4.573.206 percakapan, meliputi 112.442 percakapan di X, 204.337 di Facebook, 854.473 di Instagram, 2.063.710 di Tiktok, 27.468 di Threads, dan 1.309.974 di Youtube.
Dengan jumlah media yang dianalisis terdiri dari 11 ribu media online, 200 media cetak, dan 40 media elektronik.
Sementara untuk media sosial, DIR melakukan crawling semua platform yang ada dan digunakan oleh Masyarakat di Indonesia.
Baca juga: Profil Khofifah Indar Parawansa, Masuk Daftar Gubernur dengan Engagement Terbanyak Menurut Riset DIR
Direktur Komunikasi Deep Intelligence Research (DIR), Neni Nur Hayati, menegaskan bahwa satu tahun pertama kepemimpinan kepala daerah adalah fase krusial. Menurutnya, tahun pertama adalah ujian kepemimpinan situasional.
"Kami menggunakan metodologi Media Intelligence yang menggabungkan analisis media massa dan digital listening untuk melihat sejauh mana legitimasi publik terbentuk di era keterbukaan informasi ini."
"Mesin artificial intelligence kami bekerja meng-crawling data untuk menarik seluruh data pemberitaan dan percakapan public di media sosial dari para gubernur, tentang gubernur dan yang mempercakapkan gubernur,” kata Neni dalam peluncuran laporan riset DIT di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Dengan adanya data riset DIR ini, kata Neni, menunjukkan bahwa publik memberikan perhatian sangat tinggi dan harapan besar kepada pemimpin daerah dalam mengeksekusi janji-janji kampanye, program pusat di daerah, dan ketangkasan saat bencana melanda.
Adapun temuan utamanya, yakni DIR mencatat tiga kluster isu dominan.
Pertama, Program Strategis Nasional di bidang pendidikan. Kedua, ketangkasan menghadapi krisis, terutama saat Banjir Besar di Sumatera dan Aceh pada November 2025. Ketiga, isu integritas dan hukum, termasuk relasi dengan KPK dan DPRD.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GUBERNUR-DKI-JAKARTA-PRAMONO-ANUNG.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.