Rabu, 13 Mei 2026

Dugaan Korupsi Kuota Haji

Eks Menag Yaqut usai Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji: Pemimpin Tak Boleh Takut Ambil Kebijakan

Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas mengungkap pelajaran yang bisa diambil dari penetapan status tersangka padanya dalam kasus korupsi kuota haji 2024.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas mengungkap pelajaran yang bisa diambil dari penetapan status tersangka padanya dalam kasus korupsi kuota haji 2024.
  • Yaqut menilai, kasus kuota haji ini bisa jadi pelajaran bagi setiap pemimpin dalam mengambil kebijakan.
  • Setiap kebijakan yang diambil, meskipun telah berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, belum tentu nantinya kebijakan itu tidak dipersoalkan.
  • Namun Yaqut tetap yakin bahwa pemimpin tidak boleh takut mengambil kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkap pelajaran yang bisa diambil dari penetapan status tersangka yang dilakukan KPK padanya, dalam kasus korupsi kuota haji 2024.

Yaqut mengatakan, kasus kuota haji ini bisa jadi pelajaran bagi setiap pemimpin dalam mengambil kebijakan.

Hal tersebut diungkap Yaqut usai menjalani sidang praperadilan perdananya, terkait gugatan penetapan tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi kuota haji 2024, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

"Saya sampaikan kepada kawan-kawan semua ini lumayan panjang nih saya ngomong ya. Yang terakhir saya ingin sampaikan ini pelajaran bagi setiap pemimpin dalam mengambil kebijakan ya," kata Yaqut di PN Jakarta Selatan, Selasa.

Yaqut menegaskan, setiap kebijakan yang diambil, meskipun telah berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, belum tentu nantinya kebijakan itu tidak dipersoalkan.

Meski demikian, Yaqut tetap berkeyakinan bahwa pemimpin tidak boleh takut dalam mengambil kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

"Bahwa kebijakan yang diambil meskipun itu dengan melakukan  pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan ya  belum tentu tidak dipersoalkan."

"Tetapi itu tidak boleh membuat para pemimpin, para pemimpin kita ini takut mengambil kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat, bagi bangsa, dan negara," tegas Yaqut.

Menag era kepemimpinan Presiden Joko Widodo itu menilai, Indonesia tidak bisa dibangun oleh para pemimpin yang penakut.

Sehingga setiap pemimpin tetap harus berani mengambil kebijakan, terutama kebijakan yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Indonesia tidak bisa dibangun dengan pemimpin-pemimpin yang takut."

"Saya kira itu. Terima kasih. Mohon doanya kawan-kawan semua. Selamat merayakan, selamat melaksanakan ibadah Ramadan," imbuh Yaqut.

Baca juga: Eks Menag Yaqut Klaim Keselamatan Jemaah Jadi Dasar Pertimbangannya bagi Kuota Haji Khusus & Reguler

Puluhan Banser Kawal Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut

Praperadilan Eks Menag Vs KPK: Sejumlah orang dari Barisan Serba Guna (Banser) tampak ikut mengawal sidang praperadilan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026) - Fahmi Ramadhan/Tribunnews.com
Praperadilan Eks Menag Vs KPK: Sejumlah orang dari Barisan Serba Guna (Banser) tampak ikut mengawal sidang praperadilan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026) - Fahmi Ramadhan/Tribunnews.com (Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan)

Sejumlah orang dari Barisan Serba Guna (Banser) tampak ikut mengawal jalannya sidang praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, anggota Banser yang berjumlah puluhan itu mengawal sidang yang dihadiri langsung oleh Yaqut Cholil Qoumas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved