Gagasan Pembatasan Minimarket Dinilai Strategis bagi UMKM dan Koperasi
Para produsen lokal dan koperasi maupun UMKM harus mendapatkan perlindungan agar tidak diadu langsung dengan produk perusahaan ritel modern
Menurut Ferry, dominasi ritel modern di pedesaan justru menjadi "penyedot" likuiditas desa ke kota. Karena itu, ia mendorong Koperasi Desa mengambil alih peran tersebut agar uang tetap berputar di desa.
"Stop bikin ritel di desa. Biarkan di desa itu koperasi yang jualan barang-barangnya," pinta Ferry.
Pemerintah sendiri berencana membangun 60.000 koperasi desa dengan desain percepatan, sementara 20.000 akan menyesuaikan geografis desa.
Ferry menuturkan, sebenarnya keputusan menyetop gerai ritel modern ada di tangan pemerintah daerah masing-masing.
"Sebenarnya gini, itu kan tinggal pengaturan regulasinya di masing-masing daerah," katanya ketika ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Ferry sendiri sudah berkomunikasi bersama pihak ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart terkait dengan kolaborasi yang melibatkan Kopdes Merah Putih.
Menurut Ferry, Kopdes bisa bekerjasama dengan pihak manapun.
"Saya juga sudah komunikasi dengan teman-teman yang dari Indomaret, Pak Franky Walirang, dengan teman-teman dari Alfamart, bahwa sebenarnya Koperasi Desa ini bisa tetap bekerja sama dengan siapapun," ujar Ferry.
Kemitraan tersebut perlu terjalin karena sebagian produk yang dijual di ritel modern belum dapat diproduksi oleh UMKM daerah, sehingga pasokannya ke Kopdes berpotensi terbatas.
Dengan adanya sinergi antara Kopdes dan ritel modern, produk dari perusahaan swasta pun berpeluang masuk dan dipasarkan melalui Kopdes.
"Kita bisa bekerja sama dari produksi barang-barang yang sudah diproduksi oleh teman-teman dari swasta," ucap Ferry.
Baca juga: Presiden Diimbau Membatalkan Rencana Impor 105.000 Unit Mobil dari India untuk Koperasi Merah Putih
Usulan Mendes
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkap usulan penyetopan gerai ritel modern di pedesaan, jika Koperasi Desa Merah Putih sudah berjalan.
Hal ini dikemukakan dalam rapat bersama Komisi V DPR di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada 12 November 2025 silam.
“Kalau mereka sudah sangat besar, sangat monopoli selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi Kopdes,” kata Yandri.
Ia menyebut minimarket sudah terlalu merajalela dan bisa menjadi ancaman bagi Kopdes Merah Putih. Sehingga dirinya setuju jika Kopdes sudah jalan, operasional 20.000 minimarket disetop.
“Dan itu luar biasa itu merajalelanya, dia lagi, dia lagi, betul itu. Kekayaannya sudah terlalu menurut saya untuk republik ini,” ucap Yandri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pembatanasannn.jpg)