Selasa, 14 April 2026

Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Jaksa: Modus 'Endless Art Investment’ Cara Nadiem Diduga Samarkan Aliran Dana Google Chromebook OS

Jaksa mengungkap adanya konflik kepentingan hingga simbiosis mutualisme dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
KASUS CHROMEBOOK - Jaksa penuntut umum (JPU) Roy Riady, saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026). Ia mengungkap modus Nadiem alirkan dana Google Chromebook OS. 

Raymond mengungkapkan, pihaknya berani memproduksi Chromebook dalam jumlah banyak karena mendapat bocoran spek sebelum pengadaan di Kemendikbudristek dimulai. 

Hal itu disampaikan Raymond saat bersaksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Raymond merupakan satu dari sembilan terdakwa yang dihadirkan dalam sidang untuk tiga terdakwa, yakni Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, serta Ibrahim Arief alias Ibam selaku tenaga konsultan.

Pantauan Tribunnews.com di ruang sidang Hatta Ali sekira pukul 14.00 WIB, pengakuan Raymond bermula ketika jaksa mendalami soal pertemuan Raymond dengan Collin Marson selaku Head Of Google For Education untuk Asia Tenggara. 

Raymond mengatakan, saat itu Collin Marson menyampaikan bahwa akan ada pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek di tahun 2021.

"Pada saat meeting online itu, apa yang disampaikan oleh Collin Marson?" tanya jaksa.

"Jadi dari Pak Collin sama Pak Ganis (selaku Strategic Partner Manager Google for Education) menyampaikan ke saya itu bahwa di tahun 2021 akan ada pengadaan yang lumayan besar dan itu akan menjadi produk Chromebook yang akan dibelikan dengan Chrome OS," jawab Raymond.

Kemudian, jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Raymond tentang bocoran spek yang disampaikan Collin Marson terhadap rencana pengadaan laptop Chromebook tersebut. 

BAP tersebut kemudian dibenarkan oleh Raymond.

"Di jawaban saudara dalam BAP, saudara mengatakan 'Collin Marson melalui Google meeting dan saya diberitahu bahwa pada tahun 2021 akan ada pengadaan laptop Chromebook dan memberikan bocoran spek yang telah dikunci dan akan dibeli di tahun 2021'. Benar itu?" tanya jaksa.

"Kurang lebih ya itu Pak," jawab Raymond membenarkan.

"Seperti itu ya, dia menyampaikan bocoran-bocoran spek seperti itu?" tanya jaksa.

"Betul, dengan ini akan dibeli itu Chromebook dan Chrome OS," jawab Raymond.

"Pada saat itu juga sudah dibocorkan harus ada spesifikasi CDM?" tanya jaksa.

"Saat itu belum dibicarakan harus ada CDM," jawab Raymond.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved