Sabtu, 25 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Don Muzakir: Program MBG Dorong Petani Berani Tingkatkan Produksi

Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia menyebut, program MBG memberi dampak nyata bagi sektor pertanian nasional.

Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
PROGRAM MBG - Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberi dampak nyata bagi sektor pertanian nasional. 
Ringkasan Berita:
  • Program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membuka pasar pasti bagi petani
  • Ketua Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyebut petani tak lagi bergantung pada fluktuasi pasar karena hasil panen terserap konsisten.
  • Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, petani seperti Gili Jenadi merasakan lonjakan permintaan hortikultura hingga panen habis diborong, sehingga berani memperluas tanam dan menambah komoditas.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberi dampak nyata bagi sektor pertanian nasional.

Tak hanya menjamin asupan gizi anak-anak, program ini juga membuka pasar yang pasti bagi hasil panen petani di berbagai daerah.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan MBG menjawab persoalan klasik petani yang selama ini bergantung pada fluktuasi pasar.

“Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani. Petani tidak lagi bingung mencari pasar. Hasil tanam mereka jelas dibutuhkan dan terserap,” ujar Don Muzakir kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).

Menurut Don, kepastian penyerapan hasil panen membuat pendapatan petani lebih stabil. Ketika produksi terserap secara konsisten, roda ekonomi desa ikut bergerak dari hulu hingga hilir.

“Ketika hasil panen terserap dengan baik, pendapatan petani meningkat. Roda ekonomi desa ikut bergerak. Produksi, distribusi, sampai konsumsi menjadi lebih hidup,” katanya.

Ia menilai MBG sebagai langkah strategis karena mampu menghubungkan kebutuhan gizi anak sekolah dengan kekuatan produksi pertanian dalam negeri.

Don Muzakir berharap program MBG dijalankan secara berkelanjutan. Konsistensi dinilai menjadi kunci agar petani berani meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jenis tanaman.

“Program ini harus terus diperkuat. Keberlanjutan sangat penting agar petani tetap semangat menanam dan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian agar pasokan pangan untuk MBG berjalan lancar.

“Kementerian Pertanian sudah mendorong peningkatan produksi. Kementerian lain juga harus memastikan distribusi dan pelaksanaan di lapangan berjalan baik,” ujarnya.

Meski memberi dampak positif, Don menegaskan evaluasi tetap diperlukan, terutama terkait pendataan, pengawasan, dan distribusi bahan pangan.

“Kalau masih ada kekurangan, harus segera diperbaiki. Pengawasan dan distribusi harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” kata dia.

Dampak MBG juga dirasakan petani di daerah. Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, permintaan hortikultura meningkat tajam seiring kebutuhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Salah seorang petani, Gili Jenadi dari Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, mengaku lonjakan permintaan ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Permintaannya banyak, petani tidak memenuhi,” ujarnya.

Gili menanam buncis sesuai permintaan SPPG. Seluruh hasil panennya langsung diborong.

“Tahun 2025 kemarin, saya punya buncis kurang lebih 3 ribu pohon, hasilnya dibeli semuanya untuk kebutuhan MBG,” katanya.

Selain buncis, ia juga menanam tomat dan cabai keriting, serta bersiap menanam brokoli pada musim tanam berikutnya.

Baca juga: Kepala BGN Tegaskan MBG Ramadan Wajib Kemasan Higienis, Larang Pakai Kantong Plastik

“Kepastian pasar membuat kami berani menanam lebih banyak. Dulu tidak berani,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved