Rabu, 8 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Keracunan MBG di Cimahi Diduga dari Onigiri, SPPG Jelaskan SOP Memasaknya

Menu yang dibagikan pada hari itu terdapat onigiri, telur rebus, sari gandum, kurma, biskuit Regal, dan susu.

Ringkasan Berita:
  • Insiden keracunan MBG yang menimpa siswa dan guru di Cimahi, Jawa Barat, pada Rabu (25/2/2026).
  • Gejala yang dialami berupa muntah lebih dari dua hingga tiga kali, namun tidak ada laporan kondisi berat maupun kritis.
  • Hingga Rabu malam, tercatat 43 orang terdampak dan menjalani pemeriksaan medis di sejumlah rumah sakit di Cimahi

 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 2, Nur Arif Putra Pratama memastikan, Standar Operasional Prosedur (SOP) memasak menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini merespons, adanya insiden keracunan MBG yang menimpa siswa dan guru di Cimahi, Jawa Barat pada Rabu (25/2/2026).

Pihaknya ingin memberikan informasi dan penjelasan gizi dengan baik kepada orang tua agar tidak panik serta meminta maaf atas insiden tersebut.

Menu yang dibagikan pada hari itu terdapat onigiri, telur rebus, sari gandum, kurma, biskuit Regal, dan susu. Nur menjelaskan proses produksi saat itu.

Dalam laporannya, bahan baku diterima pada 24 Februari 2026, pukul 07.00 WIB, dan langsung diperiksa kualitasnya oleh ahli gizi sebelum disimpan di mesin pendingin.

Baca juga: Ketua Banggar DPR Said Abdullah Akui Anggaran MBG Masuk Pos Dana Pendidikan

Proses persiapan dilakukan pukul 12.30 WIB, dengan prosedur enam langkah cuci tangan, penggunaan APD lengkap, serta pencucian bahan menggunakan air mengalir. 

Ayam direbus pukul 13.30 WIB untuk diolah menjadi ayam suwir, nasi dimasak pukul 16.00 WIB, dan pencetakan onigiri dilakukan pukul 20.30 WIB.

"Relawan juga dinyatakan dalam kondisi sehat," kata dia dalam keterangan resmi Badan Gizi Nasional (BGN) yang diterima, Jumat (27/2).

Distribusi makanan dilakukan pukul 06.50 WIB dan dikonsumsi sekitar pukul 12.00 WIB. 

Seluruh proses produksi disebut berada dalam pengawasan Kepala SPPG dan staf.

Hingga Rabu malam, tercatat 43 orang terdampak dan menjalani pemeriksaan medis di sejumlah rumah sakit di Cimahi

Gejala yang dialami berupa muntah lebih dari dua hingga tiga kali, namun tidak ada laporan kondisi berat maupun kritis.

"Kami bergerak menangani laporan siswa dan guru usai mengonsumsi MBG," ujar Nur.

Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden keamanan pangan juga telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke laboratorium.

"Saat ini, investigasi penyebab penurunan kualitas makanan masih dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan (Kesling)," tutur Nur. 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved