Pigai Siap Debat HAM dengan Guru Besar UGM Zaenal Arifin Mochtar pada 5 Maret 2026
Pigai menyebut siap berdebat dengan Zaenal Arifin Mochtar terkait HAM pada 5 Maret 2026 mendatang. Ada stasiun televisi yang mau menyiarkan.
Dia menyebut pemahamannya terkait HAM karena pengalaman masa kecilnya di Paniai, Papua, yang disebutnya merupakan wilayah konflik bersenjata.
“Jangankan 5 tahun. Sejak lahir, saya sudah hidup di tengah moncong senjata. Enarotali Paniai pusat perang antara OPM dan militer Indonesia. Di situ saya rasakan batas tipis antara hidup dan mati,” tulis Pigai.
Selain itu, Pigai juga mengeklaim ditunjuk Prabowo sebagai Menteri HAM karena dirinya merupakan pembela kelompok tertindas.
Lalu, ia pun menyinggung kapasitas akademik seorang guru besar terkait HAM. Adapun cuitan itu ditujukan kepada Uceng.
Baca juga: Viral Pernyataan Pigai: Menolak MBG-Kopdes Merah Putih Sama Saja Tantang HAM
Ternyata, cuitan tersebut ditanggapi Uceng dengan meminta Pigai untuk berdebat terkait kasus HAM di Indonesia.
“Pak @NataliusPigai2 saya setuju dengan Bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari Bapak. Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa pemahaman terkait HAM tidak hanya ditentukan oleh pengalaman hidup di wilayah konflik atau menjabat sebagai Menteri HAM.
“Memahami HAM bukan hanya soalan hidup di bawah moncong senjata, Pak, dan pernah di Komnas HAM. Benarnya Anda akan diukur dengan kerja-kerja penegakan HAM,” ujarnya.
Pigai lantas membalas Uceng dengan menyebut kesediaannya untuk berdebat terkait HAM dan ditayangkan di stasiun televisi nasional.
Dia meminta agar Uceng yang menginisiasi acara debat tersebut.
“Saya setuju (debat ditayangkan) di TV nasional dan live. Anda yang undang, maka saya minta Anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah,” tulis Pigai.
Uceng lantas merespons dengan menyebut tidak memiliki kewenangan untuk membuat forum tersebut.
Namun, ia menyatakan terbuka untuk berdebat dengan Pigai.
“Saya enggak punya kekuasaan, Pak. Semoga ada TV nasional yang bisa fasilitasi. Saya hanya pernah 3 tahun peneliti di Pusat Studi HAM UII Jogja dan kuliah S-2 Hukum HAM di Amerika. Saya pasti senang belajar,” tulisnya.
Dikritik Rocky Gerung, Dianggap hanya Timbulkan Sensasi
Namun, debat antara Pigai dan Uceng ini dikritik oleh akademisi, Rocky Gerung. Ia mengatakan rencana adu argumen tersebut sebagai peristiwa yang absurd.