Jumat, 15 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Indonesia Sesalkan AS dan Israel Serang Iran, Prabowo Bersedia Jadi Mediator jika Diperlukan

Pemerintah Indonesia menyesalkan serangan AS dan Israel ke Iran. Indonesia menganggap serangan tersebut bakal meningkatkan eskalasi militer.

Tayang:

Pada akhir pernyataannya, Kedubes Iran juga berharap agar pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia untuk mengecam serangan AS dan Zionis tersebut.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia berharap agar pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan dan Islam, kalangan akdemisi, serta insan media untuk secara tegas dan terbuka mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran," tegasnya.

Trump dan Netanyahu Ungkap Alasan Serangan ke Iran

LOBI SEKUTU DEKAT - Gambar kolase Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Netanyahu datang ke Washington untuk melobi Trump untuk berperang dan tidak bernegosiasi dengan Iran.
LOBI SEKUTU DEKAT - Gambar kolase Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Netanyahu datang ke Washington untuk melobi Trump untuk berperang dan tidak bernegosiasi dengan Iran. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah mengungkap alasan dilakukannya serangan ke Iran.

Trump menegaskan serangan dilakukan demi melindungi rakyat AS dari rezim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

"Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi serangan di Iran. Tujuan utama kita yakni melindungi masyarakat AS dengan mengeliminasi ancaman dari rezim Iran," katanya.

Ia mengatakan AS akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir dan menuduh Teheran berupaya membanun kembali program nuklirnya dan mengembangkan rudal jarak jauh yang mengancam pihaknya dan sekutu.

"Kami akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka. Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah," tegasnya.

Baca juga: Trump Tegaskan AS Akan Selalu Tolak Rencana Iran Punya Senjata Nuklir

Trump juga mengklaim telah berbicara kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan mendesak para anggotanya untuk menyerah.

"Kalian harus meletakkan senjata. Kalian akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan penuh atau kalian akan menghadapi kematian yang pasti," tuturnya.

Di sisi lain, Trump juga sempat memberikan pernyataannya pada Jumat (24/2/2026) kemarin dengan menyatakan tidak puas atas situasi terkini dan kekuatan militer Iran.

Dia ingin agar Iran tidak memiliki senjata nuklir. Namun, menurutnya negosiasi telah berjalan alot.

"Kami tidak terlalu puas dengan cara mereka (Iran) bernegosiasi. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kami tidak senang dengan cara mereka bernegosiasi," ujarnya di Gedung Putih setelah pembicaraan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran, dikutip dari The Guardian.

Trump juga mengatakan pihaknya lebih memilih jalur diplomasi terkait kepemilikan senjata nuklir tersebut.

Namun, dia kembali menegaskan bahwa Iran dilarang untuk memiliki senjata nuklir.

"Akan sangat baik jika mereka bernegosiasi dengan itikad baik dan kesadaran, tetapi sejauh ini mereka belum mencapainya," tuturnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved