Iran Vs Amerika Memanas
Rocky Gerung Puji Prabowo yang Ingin Jadi Penengah AS-Israel vs Iran: Cerdas Manfaatkan Momentum
Rocky Gerung puji Prabowo Subianto ingin mediasi konflik AS–Israel vs Iran demi citra diplomasi RI.
Situasi kian kritis dengan laporan adanya serangan balasan rudal balistik Iran yang mulai menyasar wilayah Israel di hari yang sama.
Kepulangan Presiden Prabowo ke Jakarta pada Jumat (27/2/2026) pagi semula disambut euforia atas keberhasilan kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Yordania, dan UEA.
Baca juga: Prabowo Siap ke Teheran Jadi Juru Damai, Hikmahanto: Terlalu Dini, Tak Akan Diterima
Namun, suasana di Lanud Halim Perdanakusuma yang sempat diguyur hujan seolah menandakan agenda strategis yang lebih besar tengah menanti sang Kepala Negara.
Pemerintah Indonesia secara resmi menyesalkan kegagalan perundingan internasional yang memicu hujan rudal ini. Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap perdamaian dunia, Indonesia menawarkan solusi tingkat tinggi melalui mediasi kepresidenan secara langsung.
"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Republik Indonesia menyatakan kesediaannya untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi langsung," tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Langkah ini mempertegas posisi Indonesia sebagai "Jembatan Perdamaian" yang konsisten mengedepankan dialog di atas kekuatan senjata dan menghormati kedaulatan tiap negara.
DPR Dukung Penuh Keputusan Prabowo
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mau menjadi mediator Amerika Serikat (AS) dan Iran demi menciptakan keamanan yang kondusif di kawasan Timur Tengah.
Kabar tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI saat memberikan pernyataan resmi terkait serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Kemlu mengatakan bahwa Prabowo siap terbang ke Teheran, Iran, untuk memediasi kedua belah pihak.
Namun, banyak pihak juga yang menentang keputusan Prabowo tersebut karena dianggap terlalu terburu-buru dan Iran diklaim tidak akan menyukainya.
Meski demikian, DPR tetap menyatakan dukungan tersebut kepada Prabowo karena dinilai sebagai langkah yang tepat.
"Kami sangat mendukung langkah yang diambil oleh Bapak Presiden dan saya rasa ini adalah kepala negara, salah satu pertama yang menyatakan kesiapan untuk menjadi mediator bagi negara yang sedang berkonflik dalam hal ini Iran-Israel dan juga di-backup oleh Amerika," katanya, Minggu (1/3/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
"Saya rasa itu adalah langkah yang tepat sebagai bagian dari komunitas internasional dan merupakan langkah diplomatik yang sangat baik," sambung Amelia.
Baca juga: Indonesia Sesalkan AS dan Israel Serang Iran, Prabowo Bersedia Jadi Mediator jika Diperlukan
Amelia menambahkan, Prabowo juga sudah berperan aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia, terutama untuk rakyat Gaza, Palestina.
Hal itu, kata Amelia, dibuktikan dengan bergabungnya Prabowo dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS, Donald Trump.