Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Iran Vs AS-Israel, Kemlu Imbau WNI di Timur Tengah Siapkan Opsi Hadapi Risiko Darurat

Perlindungan WNI jadi prioritas utama pemerintah di kawasan Timur Tengah yang jadi wilayah konflik perang Iran Vs Amerika Serikat-Israel

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
IRAN MEMANAS - Plt Dirjen PWNI Kemlu RI Heni Hamidah, memberikan keterangan pers mengenai perlindungan WNI di kawasan konflik di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Ia mengatakan Perlindungan WNI jadi prioritas utama pemerintah di kawasan Timur Tengah yang jadi wilayah konflik perang Iran Vs Amerika Serikat-Israel. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Indonesia terus memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan pasca-serangan AS-Israel terhadap Iran
  • Direktorat Pelindungan WNI juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh Perwakilan RI di Timur Tengah
  • Perwakilan RI telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI dan pekerja migran Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Perlindungan warga negara Indonesia (WNI) jadi prioritas utama pemerintah di kawasan Timur Tengah yang jadi wilayah konflik perang Iran Vs Amerika Serikat-Israel.

Kementerian Luar Negeri RI, melalui Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Heni Hamidah, mengatakan pemerintah terus memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan pasca-serangan AS-Israel terhadap Iran.

"Perlindungan WNI dan PMI di kawasan Timur Tengah merupakan prioritas utama," kata Heni dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Direktorat Pelindungan WNI juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh Perwakilan RI di kawasan.

Hal itu guna memperoleh pembaruan data jumlah WNI, update kondisi riil di lapangan, serta langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan.

Baca juga: WNI di Timur Tengah Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan, Ini 13 Nomor yang Bisa Dihubungi Saat Darurat

Seluruh Perwakilan RI juga telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI dan pekerja migran Indonesia (PMI), memperkuat komunikasi dengan komunitas serta simpul WNI/PMI setempat.

"Serta menyiapkan sejumlah opsi dalam menghadapi risiko kedaruratan jika diperlukan," tutur Heni.

Dalam situasi darurat, WNI dan PMI dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027 atau menghubungi Hotline Perwakilan RI terdekat.

Baca juga: Korea Utara Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Agresi Ilegal, Pelanggaran Terhadap Kedaulatan

Berikut sejumlah nomor yang bisa dihubungi WNI di Timur Tengah:

  • KBRI Riyadh: +966 569173990
  • KJRI Jeddah: +966 503609667
  • KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
  • KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
  • KBRI Doha: +974 44657945 / 44664981 / 33322875
  • KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
  • KBRI Manama: +973 38791650
  • KBRI Amman: +962 779150407
  • KBRI Baghdad: +964 7769842020
  • KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
  • KBRI Beirut: +961 70817310
  • KBRI Damaskus: +963 954444810

Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut.

Media pemerintah Iran pun mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved