Jangan Tertipu! Akun Telegram InaEEWS Ilegal, BMKG: Bukan Saluran Resmi Pemerintah
BMKG peringatkan grup Telegram palsu yang catut InaEEWS. Klaim peringatan dini gempa disebut disinformasi dan berisiko picu panik
Ringkasan Berita:
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada terhadap grup Telegram palsu yang mencatut nama InaEEWS dan menyebarkan peringatan dini gempa
- BMKG menegaskan sistem InaEEWS belum resmi diluncurkan ke publik sehingga seluruh klaim di kanal tersebut adalah disinformasi
- Penyebaran parameter gempa palsu berisiko memicu kepanikan massal.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Warganet diminta waspada menyusul beredar grup dan kanal Telegram yang mencatut nama Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) BMKG dan menyebarkan informasi peringatan dini gempa bumi.
Melalui siaran pers resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan akun tersebut palsu dan ilegal karena menggunakan nama, logo, serta atribut visual lembaga tanpa izin.
Isu ini mengerucut pada satu hal penting: sistem InaEEWS sendiri belum resmi diluncurkan untuk publik.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menegaskan bahwa informasi yang beredar melalui kanal Telegram tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Sistem InaEEWS BMKG masih dalam tahap pengembangan dan uji coba terbatas, serta belum diluncurkan secara resmi untuk publik luas di Indonesia,” kata Nelly dalam siaran pers, Senin (2/3/2026).
Baca juga: BMKG: Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB
Artinya, setiap klaim peringatan dini gempa yang mengatasnamakan InaEEWS melalui Telegram saat ini bukan berasal dari kanal resmi BMKG.
BMKG menemukan akun tersebut sengaja meniru identitas serta atribut visual resmi untuk membangun kepercayaan publik secara ilegal.
Informasi yang disebarkan bahkan menggunakan parameter peringatan dini gempa yang dipalsukan.
Berisiko Picu Kepanikan Massal
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menyebut tindakan tersebut berbahaya.
“BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi peringatan dini pada kanal Telegram tersebut merupakan disinformasi. Lembaga secara resmi menyatakan bahwa akun yang mengatasnamakan InaEEWS BMKG adalah profil palsu dan bukan saluran informasi milik pemerintah,” ujar Fachri.
Ia menambahkan, penyebaran parameter gempa palsu yang mengatasnamakan BMKG berpotensi memicu kepanikan massal.
Selain itu, terdapat penyalahgunaan data real-time InaEEWS yang diambil dan didistribusikan ulang tanpa izin resmi.
BMKG juga memastikan bahwa hingga saat ini InaEEWS tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun untuk mendiseminasikan informasi peringatan dini gempa bumi.
Tidak Ada Layanan Berbayar
BMKG menegaskan tidak pernah memungut biaya atau menyelenggarakan layanan peringatan dini berbayar dalam bentuk apa pun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aplikasi-telegram-di-smartphone___.jpg)