Senin, 20 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Kapolri Ungkap Jam Rawan Kecelakaan saat Arus Mudik Lebaran, Soal Jaga Jarak Jadi Penyebab Utama

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap adanya jam rawan kecelakaan saat arus mudik lebaran yakni sekira pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
JAM RAWAN - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap adanya jam rawan kecelakaan saat arus mudik lebaran yakni sekira pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap adanya jam rawan kecelakaan saat arus mudik lebaran, yakni pukul 09.00–12.00 WIB. 
  • Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Jakarta.
  • Berdasarkan analisa tahun sebelumnya, angka kecelakaan lalu lintas memang menurun hingga 31,43 persen.
  • Namun, Sigit menekankan masih ada jam-jam rawan yang perlu diantisipasi, di mana tercatat 532 kecelakaan terjadi pada rentang waktu tersebut.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap adanya jam rawan kecelakaan saat arus mudik lebaran yakni sekira pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Hal itu diungkap Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK/STIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Awalnya, Sigit mengatakan berdasarkan analisa dan evaluasi (anev) tahun sebelumnya, angka kecelakaan lalu lintas menurun 31,43 persen. Hal itu juga membuat jumlah korban meninggal dunia turun 53,24 persen, luka beratnya turun 7,19 persen, dan luka ringan turun 27,85 persen.

"Namun kalau kita lihat masih ada jam-jam rawan yang harus kita antisipasi agar jumlah laka ini bisa berkurang. Jam tertinggi ada di jam 09.00-12.00, ada 532 kecelakaan," ucap Sigit.

Adapun dari data yang ada, penyebab kecelakaan tertinggi yakni karena kurang menjaga jarak aman saat berkendara hingga 1.156 kasus.

"Diikuti kelalaian terhadap lalu lintas dari depan. Jadi, ini mungkin juga disebabkan oleh faktor kecepatan yang bertambah, namun di satu sisi juga kadang kala ada masyarakat yang sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi kejadian kecelakaan," ungkapnya.

Sehingga, kata Sigit, pihaknya akan mengevaluasi apapun bentuk pengamanannya agar keselamatan masyarakat bisa terjaga.

"Ini tentunya menjadi evaluasi untuk di tahun 2026, bagaimana kita terus menggencarkan sosialisasi tentang keselamatan berkendara sehingga kemudian angka laka lantas tersebut bisa kita turunkan," jelasnya.

Operasi Ketupat 2026

Sebelumnya, Polri bersama stakeholder terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk memantau dan mengamankan arus mudik lebaran.  

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut akan dilakukan mulai 13-25 Maret 2026 dengan melibatkan ratusan ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.

"Operasi terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari, dari tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 25 Maret 2026. Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel," kata Dedi dalam konferensi pers di sela-sela rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah instansi di PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Nantinya dalam operasi tersebut, Polri telah menyiapkan skema pengamanan khususnya kelancaran arus lalu lintas ke sejumlah daerah yang menjadi lokasi pemudik.

Adapun sejumlah skema yang akan dilakukaj mulai dari one way, ganjil genap dan lain sebagainya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

"Ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan. Selain itu juga, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi," tuturnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved