Kamis, 7 Mei 2026

Cekfakta.ri: Narasi BoP Terlibat Konflik AS-Israel dengan Iran Mengandung Fitnah dan Kebencian

Beredar unggahan yang menggiring opini seolah-olah negara-negara dalam Board of Peace (BoP) terlibat dalam konflik antara Amerika Serikat-Iran.

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
Kompas.com/Akbar Bayu Tamtomo
Ilustrasi hoaks - Beredar unggahan yang menggiring opini seolah-olah negara-negara dalam Board of Peace (BoP) terlibat dalam konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Unggahan ini pun disertai dengan caption yang provokatif: “Board of Peace atau Board of War!?” 
Ringkasan Berita:
  • Unggahan akun Instagram @adian_napitupulu menarasikan seolah negara anggota Board of Peace terlibat konflik AS–Israel melawan Iran dengan menampilkan foto Donald Trump, Benjamin Netanyahu, dan Prabowo Subianto, serta caption provokatif “Board of Peace atau Board of War!?”, dinilai menggiring opini dan menyesatkan.
  • Kementerian Luar Negeri menegaskan BoP tidak terkait konflik militer, melainkan forum diplomasi untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan upaya perdamaian.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Beredar unggahan yang menggiring opini seolah-olah negara-negara dalam Board of Peace (BoP) terlibat dalam konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. 

Akun Instagram @adian_napitupulu mengunggah postingan foto Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disandingkan dengan foto Presiden RI Prabowo Subianto

Di bawah foto itu disematkan kalimat, “Hari ini dua negara teman Indonesia di BoP menyerang Iran, situasi yang sulit dipahami.”

Unggahan ini pun disertai dengan caption yang provokatif: “Board of Peace atau Board of War!?”

Kantor Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia melalui akun Instagram @cekfakta.ri, menyatakan konten ini tentu mengandung unsur diseminasi, fitnah, dan kebencian (DFK).

Unggahan tersebut mencoba menggiring bahwa keberadaan BoP bukan untuk urusan perdamaian, melainkan perang.

Padahal, tidak ada kaitan antara BoP dengan konflik AS-Israel dengan Iran. Pendirian BoP jelas bukan sebagai wadah pertemanan antarnegara yang sepaham, melainkan ruang perundingan yang mempertemukan berbagai pihak dengan pandangan berbeda, sebagaimana praktik diplomasi yang tercatat dalam sejarah.

“Tujuan keanggotaan Indonesia di BOP adalah untuk mendorong penghentian kekerasan dan perlindungan warga sipil,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, Kamis (22/1/2026).

Pemerintah Indonesia sendiri siap mengambil peran sebagai mediator dalam dinamika konflik yang terjadi. 

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kemlu RI, Sabtu (28/2/2026).

Sikap ini menunjukkan bahwa Indonesia konsisten berada di jalur diplomasi, dialog, dan musyawarah, bukan pada pendekatan perang atau kekerasan.

Langkah tersebut juga merupakan bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten bermuatan DFK yang dapat memecah belah. 

Baca juga: Buntut Serangan AS-Israel ke Iran, Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Board of Peace jadi Board of War

Pastikan setiap informasi yang diterima diverifikasi kebenarannya dari sumber resmi dan tepercaya, agar tidak ikut menyebarkan kabar yang dapat memperkeruh suasana dan merugikan kepentingan bersama.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved