Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Nasir Tamara: Serangan AS-Israel vs Iran Sama Sekali Tidak Mengagetkan

Pengamat Politik Timur Tengah, Nasir Tamara, serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran bukan hal yang mengagetkan

Namun, ada seorang politik muda waktu itu yang bernama Netanyahu menjadi oposisi terhadap Jenderal Yitzhak Rabin (Jenderal/Perdana Menteri Israel kala itu) dan Shimon Peres (Negarawan/Menteri Luar Negeri Israel kala itu) yang mendukung menginisiasi perdamaian itu. 

Hal itu, memunculkan permasalahan hingga Israel menyimpan dendam terhadap sosok Yitzhak Rabin dari negara sendiri.

"Sehingga Yitzhak Rabin dibunuh oleh orang Israel sendiri karena dia meminta supaya ada perundingan damai dua negara."

"Jadi kalau kita pahami itu betapa dendamnya Netanyahu dan baru sekarang dia mendapatkan seorang presiden (Donald Trump) yang bisa dia bujuk, sehingga melakukan penyerangan untuk kedua kalinya," terang Nasir Tamara.

Serangan antara duo AS-Israel terhadap Iran pada Sabtu kemarin merupakan kedua kalinya.

Pertama, perang 12 hari yang dilakukan pada Juni 2025. 

Setelah kurang dari 10 bulan berlalu, kini perang kembali terjadi. Namun, memang yang baru saja terjadi dimensinya lebih besar. 

Baca juga: FPN: Serangan AS-Israel adalah Konflik Historis, Iran Pertaruhkan Segalanya demi Membela Palestina

Kata BRIN

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nostalgiawan Wahyudi menyatakan, pihaknya sudah memprediksi bahwa Israel-Amerika Serikat (AS) akan menyerang Israel.

Ia menilai, perundingan antara AS dengan Iran yang sebelumnya dilakukan hanyalah gimik dari Presiden AS Donald Trump.

Nostalgiawan Wahyudi menambahkan bahwa target dari Trump memang melakukan penyerangan untuk menghancurkan fasilitas nuklir dan melemahkan sistem militer Iran.

"Serangan yang terjadi pada hari Sabtu (28/2/2026) yang cukup mendadak itu sebetulnya sudah kita antisipasi," katanya, Selasa.

"Kami dari BRIN sudah mengira bahwa sebetulnya perundingan yang sebelumnya diilakukan itu hanya gimik dari Trump yang tidak lain targetingnya memang untuk melakukan penyerangan terhadap fasilitas nuklir dari Iran dan juga melemahkan sistem militer dari Iran," lanjut Pria yang akrab disapa Wawan ini.

Lebih lanjut, Wawan berpendapat, Iran sebagai salah satu ancaman terbesar AS pada abad ini merupakan hal yang tidak terlalu benar.

"Dalam arti kalau secara langsung perang proksi antara Amerika dengan Iran itu berada pada bentangan yang cukup jauh dan itu sangat tidak mungkin itu terjadi," ucapnya.

Menurutnya, keberadaan Iran adalah sebuah ancaman bagi Israel di Timur Tengah.

"Dan sebetulnya yang menjadi ancaman tersendiri dari adanya Iran itu Israel," ungkap Wawan. 

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Deni)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved