Dewan Perdamaian
Connie Bakrie Ingatkan Prabowo Soal Pengiriman 8.000 Prajurit TNI: Jangan Terjebak 'Board of War'
Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengkritik rencana keikutsertaan Indonesia untuk mengirimkan 8.000 prajurit TNI ke Timur Tengah di bawah BoP.
Ringkasan Berita:
- Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menolak rencana pengiriman 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Timur Tengah dalam skema Board of Peace bentukan Amerika Serikat.
- Ia menilai langkah tersebut berisiko menyeret Indonesia ke konflik eksternal yang kompleks.
- Connie menyebut aliansi yang digagas Donald Trump itu tidak memiliki payung hukum, infrastruktur, maupun doktrin tempur yang jelas seperti misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Militer dan Pertahanan, Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengkritik rencana keikutsertaan Indonesia untuk mengirimkan 8.000 prajurit TNI ke Timur Tengah di bawah Board of Peace (BOP) bentukan Amerika Serikat.
Connie mengingatkan Presiden Prabowo Subianto bahwa pasukan TNI sebaiknya difokuskan untuk menyelesaikan persoalan keamanan dan kemanusiaan di dalam negeri ketimbang masuk ke mandala perang yang baru.
Hal itu disampaikan Connie saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
"Sanggup enggak kita meniti-nolkan OPM hari ini? Enggak kan? Terus kita mau meniti-nolkan di Palestina sana yang bahasanya saja kita very complicated enggak ngerti," kata Connie.
Menurut Connie, aliansi Board of Peace gagasan Presiden AS Donald Trump kini telah melenceng dari tujuan awal mendamaikan Palestina.
Bahkan, kini justru berubah menjadi Board of War (Papan Perang) usai AS dan Israel menyerang Iran.
Ia juga menyoroti tidak jelasnya payung hukum, infrastruktur, hingga doktrin tempur gabungan dalam BOP, yang sangat berbeda dengan mandat resmi pasukan penjaga perdamaian PBB.
Lebih lanjut, Connie menyarankan agar sumber daya yang ada dialihkan untuk prioritas dalam negeri.
"Emang Indonesia kurang PR? Gaji guru masih ada yang Rp 15.000, Makan Bergizi Gratis (MBG) masih ada yang berantakan. Daripada deploy 8.000 (prajurit TNI) ke BOP, saya deploy ke Tamiang sama Tapanuli Tengah. Lebih dekat, low cost, dan itu saudara sedarah seair mata," tandasnya.
Pernyataan Menlu Sugiono
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, rencana pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional akan dikakukan secara bertahap.
Hal itu disampaikan Sugiono di Washington DC, Amerika Serikat pada Jumat (20/2/2026).
"Saya kira bertahap karena tadi saya sampaikan tahapan yang ada di sana juga dibagi menjadi beberapa sektor," ujarnya dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2026).
Sugiono menyebut, total pasukan perdamaian yang dikirimkan ke sana mencapai 20.000 personel, tetapi belum ada detail penempatannya.
"Detailnya belum, tapi kurang lebih nanti ada lima sektor. Diperkirakan total pasukan yang akan ada di sana adalah 20.000 atau mungkin lebih di seluruh sektor ini. Tapi ini merupakan sesuatu yang sifatnya progresif," ucapnya.
Ia menegaskan Indonesia juga telah menegaskan komitmennya untuk mengirimkan 8.000 pasukan TNI ke Gaza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Connie-Rahakundini-Bicara-Perang-AS-Israel-vs-Iran.jpg)