Kamis, 18 Juni 2026

Dewan Perdamaian

Eks Menlu Sebut Peran Board of Peace Menyusut: Trump dan Netanyahu Troublemaker

Eks Menlu RI, Hassan menilai Indonesia perlu bersikap terbuka untuk mengevaluasi keikutsertaannya dalam forum BoP tersebut.

Tayang:
Penulis: Rifqah

Ringkasan Berita:
  • Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Hassan Wirajuda, menilai peran forum Board of Peace (BoP) kini semakin dipertanyakan.
  • Alasannya karena dua tokoh utama yang berperan dalam forum tersebut, yakni Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai ketua dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebagai anggota.
  • Hassan menilai Indonesia perlu bersikap terbuka untuk mengevaluasi keikutsertaannya dalam forum BoP tersebut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Hassan Wirajuda, menilai peran forum Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, kini semakin dipertanyakan.

Salah satu alasannya adalah karena dua tokoh utama yang berperan dalam forum tersebut, yakni Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai ketua dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebagai anggota.

Dalam hal ini, Trump dan Netanyahu justru dinilai sebagai pihak yang turut memicu ketegangan.

Oleh karena itu, Hassan menilai Indonesia perlu bersikap terbuka untuk mengevaluasi keikutsertaannya dalam forum tersebut.

Bahkan, di tengah memanasnya situasi AS-Israel dan Iran, Hassan memperkirakan potensi kegunaan forum itu mungkin bahkan berada di bawah lima persen. 

"Potensi gunanya kelihatan menyusut, menjadi berapa persen? Mungkin di bawah 5 persen kalau kondisi sekarang ya," ungkap Hassan, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (6/3/2026).

"Sebab dua aktor utama yang berperan penting dalam upaya pemulihan Gaza adalah Trump sebagai ketua dan Netanyahu sebagai anggota, dua itu kan troublemaker-nya," tambahnya.

Hassan menjelaskan bahwa ada sejumlah pertimbangan yang perlu dipikirkan oleh Prabowo dalam BoP ini.

Salah satunya adalah mempertimbangkan kebijakan Trump dalam penyerangan terhadap Iran, apakah hal tersebut didasarkan oleh pertimbangan eksekutif dan mengabaikan kewajiban bahwa perang harus dinyatakan oleh kongres.

"Kita terbuka dan mestinya kita terbuka seperti juga ditunjukkan oleh Presiden Prabowo bahwa kita akan evaluasi dari proses ini," katanya.

"Dengan kata lain, apakah perang dilancarkan oleh Trump terhadap Iran itu konstitusional atau tidak konstitusional?"

Baca juga: Pesan MUI ke Presiden Prabowo soal Board of Peace: Keluar Saja Jika Tak Ada Celah Perdamaian

"Itu satu faktor yang bisa mengerem, mudah-mudahan ke arah penghentian atau sebelum penghentian ke arah pengurangan ketegangan melalui dialog misalnya, itu satu," paparnya.

Kemudian yang kedua, kata Hassan, mempertimbangkan perkembangan di lapangan. Salah satunya, hingga kemarin sudah disebutkan bahwa Amerika akan mengerahkan pasukan darat. 

"Dan itu akan memperdalam intensitas dari perangnya itu sendiri. Bahkan, saya khawatirkan Islam menjadi meluas di wilayah-wilayah di mana penduduk atau warga Syiah di sejumlah negara di kawasan itu besar."

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved