Ramadan 2026
Bubur Samin: Warisan Rasa dan Tradisi Ramadan di Masjid Darussalam Jayengan Solo
Pembagian Bubur Samin di Masjid Darussalam Jayengan Solo menjadi pusat perhatian masyarakat luas berkat tradisi yang bertahan selama puluhan tahun.
Pada masa itu, warga yang telah pindah dari kawasan Jayengan tetap datang untuk berbuka dan sering meminta sisa bubur untuk dibawa pulang.
"Berjalannya waktu ada warga yang mungkin pindah dari Jayengan karena sudah berkeluarga, tambah keluarga lagi, mungkin punya menantu baru atau keluarga baru, akhirnya pindah ke daerah lain."
"Nah, setelah mereka juga masih berbuka di sini, pada waktu puasa berbuka di sini, kemudian sisa bubur ini ada yang minta bawa pulang lah gitu, mungkin bisa buat nanti buat sahur, ujarnya.
Tingginya permintaan masyarakat umum mendorong para tokoh masjid untuk memproduksi bubur secara besar-besaran.
Jika pada tahun 80-an hanya menghabiskan 10–15 kg beras per hari, saat ini Masjid Darussalam Jayengan mengolah sekitar 45 hingga 50 kg beras setiap harinya selama Ramadan, yang mampu menghasilkan sekitar 1.100 hingga 1.200 porsi.
"Jika pada tahun 80-an masjid hanya mengolah sekitar 15 kilogram beras, kini setiap hari di bulan Ramadan, pengurus masjid memasak 45 hingga 50 kilogram beras. Jumlah tersebut mampu menghasilkan sekitar 1.100 hingga 1.200 porsi per hari, di mana 1.000 porsi dibagikan gratis untuk masyarakat umum dan sisanya untuk buka bersama di masjid," lanjutnya.
Rahasia Rasa dan Khasiat Rempah
Keistimewaan Bubur Samin terletak pada penggunaan bumbu rempah-rempah khusus dan minyak samin yang berasal dari Kambing, yang memberikan aroma serta rasa gurih yang khas.
Resep ini merupakan warisan turun-temurun yang dijaga ketat kerahasiaannya oleh keluarga pembuatnya.
"Iya, (resepnya) turun-temurun. Berarti orang lain buat tidak bisa. Nyontoh pun juga tidak boleh. Kan gitu, kan itu rahasia, kan gitu. Dibuat seperti khusus diturunkan mungkin juga ada beberapa, nggih. Mungkin telah diturunkan ke anaknya, beberapa anaknya, mungkin turun lagi ke anaknya akhirnya juga menyebar. Tapi di sini sendiri itu cuma yang bisa buat cuma dua-tiga orang," ungkapnya.
Selain memanjakan lidah, kandungan rempah di dalamnya diyakini memiliki khasiat kesehatan, seperti memberikan rasa hangat pada tubuh dan membantu memulihkan stamina bagi mereka yang merasa kurang fit.
Filantropi dan Semangat Kebersamaan
Operasional pembuatan bubur ini murni didorong oleh semangat sedekah atau nyengkuyung.
Pendanaannya berasal dari sumbangan para saudagar emas dan berlian keturunan Kalimantan, warga sekitar, hingga bantuan beras dari Pemerintah Kota Surakarta dan donatur dari Singapura.
"Masyaallah, ini dari tahun ke tahun kan memang seperti yang saya utarakan tadi seperti sabda nabi, nggih. Perkataan nabi bahwa ini murni. Murni dari sedekah para jemaah Kalimantan, sedekah para warga sekitar masjid, sedekah para pedagang emas dan berlian yang ada di Surakarta," ucap Mayasin.
"Kemudian sudah berapa tahun terakhir ini itu kan ada bantuan beras dari Singapura juga ada. Kemudian ada bantuan beras dari Pemerintah Kota Surakarta kemarin juga sudah 3 tahun 4 tahun ini juga memberikan bantuan berasnya, nggih. Tapi untuk warga untuk biaya seluruh itu murni dari sedekah atau sedekah para saudagar Kalimantan, warga sekitar masjid," tambahnya.
Meski animo masyarakat terus meningkat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tradisi-penyajian-Bubur-Samin-setiap-bulan-Ramadan-di-Masjid-Darussalam-Jayengan-Surakarta.jpg)