Iran Vs Amerika Memanas
Prabowo dan PM Pakistan Akan Terbang ke Teheran Iran Untuk Redam Eskalasi Perang
Pemerintah Indonesia berniat untuk memediasi konflik AS-Israel dengan Iran yang menyebabkan krisis di Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto telah menerima telepon dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membahas rencana ke Teheran, Iran untuk menurunkan ketegangan di Timur Tengah
- Rencana kunjungan Presiden Prabowo dengan PM Pakistan ke Iran bukan untuk mendamaikan perang yang terjadi melainkan untuk mengurangi tensi konflik agar tidak meluas
- Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia dan Pakistan dinilai bisa meredam peperangan yang terjadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia berniat untuk memediasi konflik AS-Israel dengan Iran yang menyebabkan krisis di Timur Tengah.
Presiden Prabowo Subianto telah menerima telepon dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membahas rencana ke Teheran, Iran untuk menurunkan ketegangan di Timur Tengah.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqie setelah pertemuan antara Presiden dengan ulama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).
"Dan yang saya bersyukur Presiden, Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," kata Jimly.
Ia mengatakan bahwa kunjungan Presiden Prabowo dengan PM Pakistan ke Iran tersebut bukan untuk mendamaikan perang yang terjadi melainkan untuk mengurangi tensi konflik agar tidak meluas.
Baca juga: Trump Kompori Pasukan Kurdi Serang Iran di Tengah Eskalasi Perang
Karena bagaimanapun kata Jimly mendamaikan perang negara yang pimpinan tertingginya terbunuh sangat sulit dilakukan dalam waktu dekat.
Sehingga, tujuan kunjungan Prabowo dan PM Pakistan ke Teheran untuk menurunkan eskalasi konflik.
"Jadi bukan menjadi mediator dalam pengertian negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran bukan kayak begitu. Ini kan orang Presidennya sudah dibunuh ya kan Ayatullah-nya udah dibunuh masa ditawarin damai bukan dalam konteks itu tapi ini untuk mencegah eskalasi (meningkat)," katanya.
Jimly mengatakan Indonesia dengan Pakistan memiliki peran penting dalam menurunkan konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Baca juga: Lebih dari 3.000 Rumah di Iran rusak Akibat Serangan AS-Israel
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia dan Pakistan dinilai bisa meredam peperangan yang terjadi.
"Nah jadi peranan Indonesia, Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar ya kan penting sekali untuk mengajak damai walaupun mungkin peluangnya kecil tapi dicoba," katanya.
Meskipun demikian Jimly tidak menjelaskan kapan Presiden Prabowo dan PM Pakistan akan terbang ke Teheran untuk meredakan eskalasi konflik tersebut.
Hal pasti, kata dia, Indonesia akan mengambil peran dalam krisis global yang terjadi sekarang ini.
"Intinya Indonesia mengambil global player peran sebagai global player. Itu kita dukung," pungkasnya.
Konflik AS-Israel dan Iran
Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-di-AS-ketawa-dipuji-Donald-Trump.jpg)