Kamis, 9 April 2026

Boni Hargens Dukung Penuh Pernyataan Dasco soal Persatuan Nasional

Boni Hargens menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat sipil

Penulis: Hasanudin Aco
Istimewa
PERSATUAN NASIONAL - Analis Politik Senior Boni Hargens mendukung penuh pernyataan dan penegasan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad soal Presiden Prabowo Subianto hanya membutuhkan satu hal dari seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat sipil, yakni persatuan nasional.  

Ringkasan Berita:
  • Seruan Dasco soal persatuan nasional mendapat respon dari berbagai kalangan.
  • Boni Hargens berpendapat seruan itu perlu didukung sebagai kekuatan fundamental bangsa.
  • Konflik di Timur Tengah harus diwaspadai karena bisa berdampak kepada Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis Politik Senior Boni Hargens mendukung penuh pernyataan dan penegasan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad soal Presiden Prabowo Subianto hanya membutuhkan satu hal dari seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat sipil, yakni persatuan nasional. 

Seruan ini disampaikan Dasco sebagai landasan utama agar program-program prioritas pemerintah dapat terwujud demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Dasco Ajak Masyarakat Sipil Perkuat Persatuan Nasional

"Semangat persatuan yang digelorakan pak Sufmi Dasco Ahmad bukan sekadar kebutuhan domestik, melainkan adalah kekuatan fundamental yang dibutuhkan bangsa Indonesia hari ini di tengah tekanan dan ketidakpastian global yang semakin kompleks," ujar Boni Hargens kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

Boni menyoroti dua krisis geopolitik besar yang tengah mengguncang tatanan dunia, yakni perang di kawasan Timur Tengah yang terus memanas dan konflik Rusia-Ukraina yang hingga kini belum menemukan jalan penyelesaian. 

Baca juga: KSPSI dan KSBSI Temui Dasco, Bahas Revisi UU Ketenagakerjaan dan Dampak Perang AS-Iran ke Pekerja

Menurut Boni, kedua krisis ini tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga mengimbas seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, melalui berbagai saluran seperti kenaikan harga komoditas, gangguan rantai pasok global, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga ketidakstabilan pasar keuangan internasional.

"Konflik Timur Tengah  yang terus membara di kawasan ini berdampak langsung pada harga energi global dan mengancam stabilitas ekonomi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Perang Rusia-Ukraina yang belum usai ini mengganggu pasokan pangan dan energi dunia, memicu inflasi global, dan memaksa setiap negara untuk memperkuat ketahanan nasionalnya masing-masing," jelas Boni.

Indonesia, kata Boni, menghadapi tekanan eksternal yang nyata, yakni fluktuasi harga, gangguan rantai pasok, dan tekanan fiskal yang menuntut respons pemerintah yang cepat, tepat, dan didukung penuh oleh rakyat. Pada titik ini, kata Boni, relevansi persatuan nasional menjadi sangat mendesak. 

"Pemerintah tidak dapat menghadapi tantangan yang begitu kompleks dan berlapis sendirian. Dukungan aktif, tulus, dan terorganisir dari masyarakat sipil adalah bahan bakar yang menggerakkan mesin pemerintahan untuk terus bekerja keras demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali," tandas Boni Hargens.

Boni Hargens menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat sipil dalam menghadapi tantangan yang kompleks, sekaligus mewujudkan agenda-agenda pemerintahan yang dirancang untuk menciptakan kebaikan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Dukungan ini bukan berarti bersikap pasif atau buta terhadap kebijakan yang ada, melainkan berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses berbangsa dan bernegara," tutur dia. 

Boni menjelaskan tiga program utama yang butuh didukung yakni ketahanan pangan, pembanguan infrastruktur dan penguatan pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan. Program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo membutuhkan dukungan masyarakat dari hulu ke hilir, mulai dari petani, pelaku usaha agribisnis, hingga konsumen yang bijak.

Menurut Boni Hargens, konektivitas yang merata dari Sabang sampai Merauke adalah prasyarat bagi pemerataan kesejahteraan. Setiap proyek infrastruktur yang berjalan lancar, kata dia, adalah buah dari iklim persatuan yang terjaga.

"Kualitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang lebih baik hanya dapat tercapai apabila seluruh komponen bangsa, pemerintah dan masyarakat sipil, bekerja dalam satu ritme yang harmonis dan saling mendukung," tutur dia.

Boni menegaskan, seruan persatuan nasional yang disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bukanlah imbauan yang lahir dari kekosongan. Dasco, kata dia, memberikan respons yang jernih terhadap tantangan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia, yakni fragmentasi sosial yang semakin dalam di ruang publik digital, tekanan geopolitik global yang tak kunjung mereda, dan kebutuhan mendesak untuk memastikan program-program kesejahteraan rakyat dapat terwujud dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved