Rabu, 8 April 2026

Dewan Perdamaian

Jusuf Kalla Soroti Peran BoP dan Dukungan Negara Islam terhadap Palestina

Menurut Kalla, dukungan terhadap BoP seharusnya diukur dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu mendorong terciptanya perdamaian.

|
HO/IST
BOARD OF PEACE - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla usai menghadiri diskusi tokoh lintas generasi di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026). Ia menyatakan bahwa langkah terkait Board of Peace (BoP) perlu dilihat dari dampaknya terhadap upaya menciptakan perdamaian, khususnya bagi Palestina. 
Ringkasan Berita:
  • Jusuf Kalla menyatakan bahwa langkah terkait Board of Peace (BoP) perlu dilihat dari dampaknya terhadap upaya menciptakan perdamaian, khususnya bagi Palestina.
  • Menurut Kalla, dukungan terhadap BoP seharusnya diukur dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu mendorong terciptanya perdamaian, termasuk melalui pengakuan terhadap negara Palestina.
  • Kalla juga mengingatkan agar dukungan terhadap kebijakan internasional tidak sekadar menjadi simbolis.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla menyatakan bahwa langkah terkait Board of Peace (BoP) perlu dilihat dari dampaknya terhadap upaya menciptakan perdamaian, khususnya bagi Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai menghadiri diskusi tokoh lintas generasi di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Indonesia Tunda Board of Peace, Fokus Lindungi WNI di Tengah Gejolak Timur Tengah

Menurut Kalla, dukungan terhadap BoP seharusnya diukur dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu mendorong terciptanya perdamaian, termasuk melalui pengakuan terhadap negara Palestina.

“Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan beberapa bulan akan datang. Kalau BoP itu bisa membuat kedamaian di Palestina, contohnya, oke kita dukung,” kata Kalla.

Baca juga: Pakar UI Sebut Board of Peace untuk Melanggengkan Penjajahan Israel di Gaza: Indonesia Harus Keluar

Ia menambahkan, terdapat sejumlah negara Islam yang pada prinsipnya memiliki keinginan untuk mendukung upaya perdamaian tersebut. Namun, menurutnya, dinamika politik internasional, termasuk hak veto dari Amerika Serikat, kerap menjadi kendala dalam proses tersebut.

Kalla juga mengingatkan agar dukungan terhadap kebijakan internasional tidak sekadar menjadi simbolis, melainkan benar-benar berorientasi pada penyelesaian konflik dan terciptanya perdamaian yang nyata.

“Jangan hanya menjadi lambang atau pengikut saja. Kita lihat buktinya seperti ini, bicara kedamaian yang tidak diperangi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa salah satu ujian penting dalam proses perdamaian adalah adanya pengakuan terhadap negara Palestina sebagai bagian dari solusi dua negara.

“Cara mendamaikannya adalah dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel, buat apa,” kata Kalla.

Baca juga: Desakan Keluar Menguat, Alasan Pemerintah Tetap Pertahankan Keanggotaan Board of Peace

Board of Peace (BoP) adalah organisasi internasional baru yang dibentuk pada akhir 2025 oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tujuan resmi mempromosikan perdamaian global.

Fakta Utama tentang Board of Peace

  • Didirikan: Diumumkan 29 September 2025, mandat resmi 17 November 2025, dan piagam ditandatangani 22 Januari 2026.
  • Pendiri: Presiden Donald Trump.
  • Tujuan: Menjadi forum internasional untuk menangani konflik global dengan pendekatan “praktis dan hasil nyata.”
  • Markas: Berpusat di United States Institute of Peace.
  • Anggota: 22 negara, termasuk Amerika Serikat, Indonesia, Israel, Pakistan, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Kritik dan Sorotan

  • Biaya keanggotaan tinggi: Disebut memberatkan negara anggota.
  • Cakupan luas: Diklaim ingin menyelesaikan konflik global, tetapi dianggap terlalu ambisius.
  • Kepemimpinan kontroversial: Trump ditetapkan sebagai “Chairman for life,” menimbulkan pertanyaan tentang independensi organisasi.
  • Resistensi publik: Banyak pihak menilai BoP lebih sarat kepentingan politik daripada murni perdamaian.
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved