Iran Vs Amerika Memanas
Pengamat Ungkap 3 Hal di Balik Status Siaga I TNI, dan Perlunya Antisipasi Potensi Konflik Melebar
Anton Aliabbas mencatat ada tiga hal yang dapat dilihat dari penetapan status Siaga I jajaran TNI.
Ringkasan Berita:
- Pengamat pertahanan Anton Aliabbas menilai penetapan Siaga I oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan langkah konsolidasi awal dan upaya preventif untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap situasi keamanan nasional.
- Konflik yang berkepanjangan dapat memicu gangguan rantai pasok dan lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi berdampak pada kenaikan harga BBM serta stabilitas ekonomi dan sosial di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salinan dokumen telegram bersifat rahasia yang memuat perintah status Siaga I terhadap jajaran TNI dalam mengantisipasi konflik di Timur Tengah pada Sabtu (7/3/2026) juga menjadi perhatian kalangan pemerhati pertahanan dan keamanan di dalam negeri.
Pengamat pertahanan sekaligus Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas mencatat ada tiga hal yang dapat dilihat dari penetapan status Siaga I itu.
Pertama, menurutnya langkah itu merupakan bentuk konsolidasi awal kekuatan dalam mencermati dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Sekalipun situasi nasional belum terjadi kegentingan, kata Anton, konsolidasi tetap diperlukan.
Kedua, menurut dia penetapan status itu juga dapat dilihat sebagai upaya preventif dan ingin memberi kesan TNI tidak mau "kecolongan" dalam mengambil tindakan dalam merespons perkembangan situasi.
Langkah itu dipandang penting mengingat perkembangan situasi keamanan berlangsung sangat cepat dan implikasinya bisa berdampak hingga internal.
Ia mencatat pandangan dari sejumlah yang menilai jika perang berlarut hingga lebih dari empat bulan maka potensi krisis global menjadi terbuka.
Hal itu diakibatkan sejumlah rantai pasok terganggu dan harga minyak dunia melambung tinggi.
Akibatnya, kata dia, harga jual BBM nasional dan sejumlah barang bisa ikut naik yang tentu saja dapat berpengaruh terhadap stabilitas domestik.
Terlebih, lanjutnya, Indonesia juga pengalaman terjadi dinamika nasional yang cukup tinggi pada pertengahan tahun 2025 lalu.
"Ketiga, penetapan status siaga 1 yang diikuti apel khusus di kawasan Monas juga ingin memberi pesan bahwa TNI sudah bersiap dalam menghadapi situasi kedaruratan," ungkap Anton saat dihubungi Tribunnews.com pada Minggu (8/3/2026).
"Harapannya, dengan adanya peningkatan kesiapan, publik dapat lebih tenang dan bijak dalam membaca eskalasi konflik di Timur Tengah. Apalagi, ada kekhawatiran terjadinya panic buying BBM di domestik," lanjut dia.
Anton memandang langkah itu hendaknya diikuti peningkatan kesiapsiagaan dalam merespons potensi melebarnya konflik hingga ke kawasan Asia Tenggara-Asia Timur.
Hal itu mengingat saat ini terdapat dua potensi hotspot yaitu Laut China Selatan dan Selat Taiwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/apel-gelar-pasukan-tni-polri_20190322_212812.jpg)